Supernova Tiba-tiba Meledak, Gambarnya Berhasil di Tangkap dari Bumi, Padahal Jaraknya 400 Juta Tahun

Teleskop luar angkasa Hubble kembali berhasil menangkap fenomena langka di luar angkasa.

Switzy Sabandar
Oleh Switzy Sabandar - Reporter
Supernova Tiba-tiba Meledak, Gambarnya Berhasil di Tangkap dari Bumi, Padahal Jaraknya 400 Juta Tahun
Para astronom berhasil mendeteksi supernova paling dahsyat yang pernah diamati. (Des/B.Shappee and The ASAS-SN Team) (© 2025 Liputan6.com)

Teleskop luar angkasa Hubble kembali berhasil menangkap fenomena langka di luar angkasa. Teleskop yang dikembangkan oleh NASA dan ESA ini telah mengambil gambar menakjubkan dari sebuah supernova dan galaksi yang menjadi induknya, LEDA 132905.

Galaksi LEDA 132905 merupakan galaksi spiral yang terletak lebih dari 400 juta tahun cahaya dari Bumi. Meskipun berada di jarak yang sangat jauh, struktur spiralnya yang samar dan gugusan bintang biru cerah di dalamnya dapat terlihat dengan jelas melalui teleskop Hubble.

Galaksi ini terletak di konstelasi Sculptor dan meskipun sangat jauh, detail-detailnya masih tampak jelas.

Pada gambar yang dihasilkan, terdapat satu titik putih terang yang menarik perhatian para astronom. Titik ini merupakan lokasi dari supernova SN 2022abvt, yang ditemukan pada akhir tahun 2022. Hubble berhasil mengabadikan momen luar biasa ini hanya dua bulan setelah penemuan supernova tersebut.

Berdasarkan informasi dari laman SciTechDaily via Liputan6, pada Rabu (5/2), SN 2022abvt adalah supernova tipe Ia, yang merupakan hasil dari ledakan bintang dengan kekuatan yang sangat besar. Ledakan ini terjadi saat inti bintang yang telah mati mengalami reaksi fusi nuklir secara mendadak.

Penemuan supernova tipe ini menjadi sangat penting bagi para astronom karena dapat berfungsi sebagai alat pengukur kosmik yang membantu menentukan jarak ke galaksi-galaksi yang jauh dengan lebih akurat. Supernova SN 2022abvt pertama kali terdeteksi oleh sistem ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System), yang awalnya dirancang untuk melacak asteroid yang mendekati Bumi.

Namun, sistem ini juga sangat berguna dalam mengamati objek langit yang mengalami perubahan mendadak, seperti supernova, bintang variabel, dan pusat galaksi yang dipengaruhi oleh lubang hitam raksasa.

SN 2022abvt merupakan salah satu dari sekian banyak supernova tipe Ia yang telah membantu ilmuwan dalam memahami laju ekspansi alam semesta. Supernova ini memancarkan cahaya dengan intensitas yang dapat diprediksi, menjadikannya sebagai "lilin standar" dalam kosmologi.

Analisis spektroskopi terhadap SN 2022abvt menunjukkan bahwa ledakan ini mengandung elemen-elemen khas seperti silikon dan besi, yang merupakan ciri dari supernova tipe Ia. Dari pengamatan lebih lanjut, astronom dapat memperkirakan kecepatan materi yang dikeluarkan akibat ledakan ini saat bergerak ke luar angkasa.

Beberapa bulan setelah ledakan awal, kecerahan supernova mulai meredup seiring dengan berkurangnya energi yang dipancarkan akibat peluruhan radioaktif unsur nikel-56 menjadi kobalt-56, dan akhirnya menjadi besi-56.

Penelitian lebih lanjut tentang supernova ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai mekanisme pembentukan dan evolusi bintang di alam semesta.

Rekomendasi