Ilmuwan Buktikan Bisa Impor Listrik Langsung dari Matahari ke Bumi, Begini Caranya

Sejumlah ilmuwan dari Institut Teknologi California (Caltech) mengklaim telah berhasil mengimpor listrik berbasis energi matahari ke Bumi tanpa kabel melalui panel surya langsung dari luar angkasa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ilmuwan Buktikan Bisa Impor Listrik Langsung dari Matahari ke Bumi, Begini Caranya
Ilmuwan Buktikan Bisa Impor Listrik Langsung dari Matahari ke Bumi, Begini Caranya. Youtube/Freeschool

Sejumlah ilmuwan dari Institut Teknologi California (Caltech) mengklaim telah berhasil mengimpor listrik berbasis energi matahari ke Bumi tanpa kabel melalui panel surya langsung dari luar angkasa.

Uji coba ini mereka lakukan untuk menyiapkan kejadian-kejadian buruk seperti krisis energi atau ke daerah-daerah yang hancur akibat bencana alam.

"Tidak akan diperlukan lagi infrastruktur transmisi energi yang dipendam dalam tanah untuk menerima daya ini. Artinya, melalui terobosan ini dapat mengirim energi ke daerah-daerah terpencil dan wilayah-wilayah yang hancur akibat perang atau bencana alam," kata peneliti utama Ali Hajimiri, Profesor dari Electrical Engineering and Medical Engineering sekaligus Co-Director of SSPP dikutip dari IFLScience, Kamis (8/6).

Para ilmuwan meyakini dengan cara ini mampu menyiapkan ladang energi yang begitu besar bagi kebutuhan manusia kelak. Untuk bisa melakukan cara itu, mereka bereksperimen menggunakan Space Solar Power Demonstrator (SSPD-1) dan Microwave Array for Power-transfer Low-orbit Experiment (MAPLE).

MAPLE ini terdiri dari rangkaian pemancar yang dapat memancarkan energi ke arah yang dituju. Teknologi ini adalah bagian penting untuk transfer energi secara nirkabel.

Mekanisme sederhananya adalah MAPLE menerima energi yang ditransmisikan, mengubahnya menjadi arus searah (DC) dan kemudian menggunakannya untuk menyalakan lampu secara berurutan untuk menunjukkan bahwa semuanya berjalan dengan normal.

Saat diuji dengan satelit eksperimental milik mereka dari luar angkasa, MAPLE mampu menerima energi yang diarahkan dari luar angkasa dan kemudian mengarahkannya kembali ke Bumi, tepat di mana para peneliti melakukan uji coba.

"Dalam hal yang sama dengan internet yang demokratis dalam mengakses informasi, kami berharap bahwa transfer energi nirkabel akan menjadi sesuatu yang demokratis dalam mengakses energi nantinya," ujar Ali.

Rekomendasi