Perusahaan infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia, Biznet, berminat memanfaatkan jaringan tulang punggung (backbone) internet cepat (broadband) di Indonesia, yakni Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur. Ketiga jaringan backbone broadbond ini sudah rampung dan beroperasi pada 2018 silam.
Yudie Haryanto, Vice President Marketing Biznet, mengaku perusahaan bersedia memanfaatkan jaringan backbone brodband Palapa Ring. Namun, perlu diketahui bisnis internet Biznet adalah sisi distribusi alias jaringan di dalam kota. Ini berbeda dengan Palapa Ring yang merupakan jaringan antar-kota.
Biznet sudah berdiskusi dengan BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang memiliki jaringan Palapa Ring. Namun, saat ini ada satu-dua kendala teknis sehingga jaringan infrastruktur internet cepat ini belum diutilisasi oleh Biznet. Seperti problem jarak jalur penjemputan POP Network Operations Center (NOC) masih jauh dari titik kota, sehingga belum one stop solution.
"Problem ini juga banyak dialami oleh perusahaan jasa internet (ISP) lain, bukan hanya Biznet. Jadi landing jaringan ke kota belum terhubung," ujar Yudie menjawab Merdeka.com dalam jumpa pers daring, Senin (5/10).
Menurutnya, problem tersebut sudah diketahui oleh BAKTI Kemkominfo RI, sehingga dirinya yakin utilisasi jaringan broadband Palapa Ring bisa lebih efektif di masa mendatang.
Advertisement
Utilisasi Palapa Ring Barat Rendah
Data Kemkominfo RI menyebutkan, jaringan backbone broadband sudah menjangkau 100 persen di Indonesia. Namun tingkat ketersambungannya di sisi pengguna masih rendah.
Ini dapat dilihat dari tingkat penetrasi lastmile serat optik di desa baru mencapai 14,5 persen. Sementara tingkat kecamatan 35,7 persen; tingkat kabupaten/kota 79,5 persen; dan provinsi 100 persen.
Proyek Palapa Ring Barat rampung pada 2018 silam, terdiri atas kabel bawah laut sepanjang 1.719 km dan darat 404 km. Jumlah kota layanan lima dengan titik interkoneksi tujuh. Meski sudah beroperasi selama dua tahun, utilisasi Palapa Ring Barat masih di bawah 50 persen.
Palapa Ring Barat memiliki tiga proyek. Proyek 1 Palapa Ring Barat terdiri atas kota Bengkelis, Tebing Tinggi, Karimun, Siak, Dumai, dan Batam. Proyek 2 terdiri atas Batam, Tarempa, Ranai, dan Singkawang. Dan proyek 3 terdiri dari Batam, Daik Lingga, dan Kuala Tungkal.
Berdasarkan pemetaan Badan Usaha Pelaksana (BUP) PT Palapa Ring Barat, jaringan backbone internet tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan beragam kustomer, seperti operator telekomunikasi, ISP lokal, kawasan-kawasan industri seperti di Tanjung Buton, dan industri sektor pariwisata. Juga potensial dimanfaatkan industri perikanan, perkebunan kelapa sawit, produk turunan hasil karet, dan sebagainya.
Meski potensi kustomernya besar, ternyata utilisasi Palapa Ring Barat masih rendah. Sebagai contoh di proyek 2, dari 77 jaringan yang tersedia, yang terpakai 25 alias baru sekitar 32 persen utilisasinya.