Kudo, sebuah platform e-commerce yang menghubungkan antara pedagang online dengan pelanggan melalui jaringan agen, mengumumkan telah mendapatkan investasi baru yang dipimpin oleh EMTEK Group.
EMTEK Group sebetulnya salah satu investor existing Kudo yang kemudian menginvestasikan lagi dananya untuk pengembangan kali ini. Selain EMTEK Group, ada juga investor Kudo yang existing ikut dalam pengembangan ini seperti East ventures, 500 startups, Singapore press holdings, IMJ Investment partners, dan Skystar Capital. Nilai investasi itu diklaim berjumlah 8-digit atau puluhan juta dollar.
Menurut CEO Kudo, Albert Lucius, dana segar itu akan dimanfaatkan untuk mempercepat jangkauannya hingga pelosok tanah air dengan menargetkan 1 juta agen.
"Dana tersebut memungkinkan kita untuk membangun jaringan agen mulai di daerah pinggiran kota dan pedesaan di seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai
Merauke, agen kami akan menjadi pintu gerbang ke dunia e-commerce," tuturnya dalam keterangan persnya kepada Merdeka.com, Rabu (14/09).
"Hari ini adalah waktunya. Kami akan memperkuat posisi kami untuk menciptakan jalan baru bagi konsumen dan pelaku bisnis UKM di seluruh Indonesia. Dengan menggunakan teknologi kami, kami akan menghubungkan jutaan masyarakat yang tak memiliki rekening bank, yang ujung-ujungnya akan bisa melakukan transaksi melalui online," tambahnya.
Sebelumnya, COO Kudo, Agung Nugroho pernah mengatakan pada sekitaran bulan Agustus lalu, pada tahun 2018 nanti pihaknya menargetkan bisa memiliki 1 juta agen di seluruh Indonesia. Saat ini agen yang dimiliki oleh perusahaan yang berdiri sejak tahun 2014 lalu baru mencapai angka 150 ribu. Atas keinginan itu, untuk mempercepatnya maka tambahan dana baru mutlak diperlukan guna bisa mencapai tujuan tersebut. Waktu itu, dia mengharapkan ada tambahan dana baru sekitar puluhan juta dollar.
Pada kesempatan setelah mendapatkan pendanaan baru, Kudo juga memperkenalkan Sukan Makmuri sebagai Chief Technology Officer (CTO) Kudo. Sukan Makmuri bukanlah sosok baru di industri teknologi khususnya startup. Dia pernah menjadi CEO Kaskus dan pernah bekerja juga di Silicon Valley lebih dari 20 tahun mengelola startup di sana.
Sekadar informasi, platform Kudo berisikan beberapa retailer digital di Indonesia, termasuk Lazada Indonesia, Bukalapak, dan Berrybenka. Selain bisa menjual segala jenis barang, agen Kudo juga bisa menjual tiket pesawat, pulsa, hingga pembayaran tagihan listrik.
Mayoritas dari agen Kudo adalah orang-orang dengan penghasilan mendekati UMR di Indonesia, di mana sebagian besar pelanggannya tidak memiliki rekening bank dan kartu kredit. Demografi ini mewakili mayoritas populasi Indonesia yang berjumlah 260 juta orang.