Jauh sebelum Indonesia merdeka, di Kanada lahir sosok penulis yang sangat terkenal, yakni Lucy Maud Montgomery, pada tanggal 30 November 1874. Di masa keemasannya, Montgomery setidaknya sudah mempublikasikan 20 buku, 530 cerpen, 500 puisi, dan 30 essay.
Untuk mengenang jasa besarnya di dunia literatur dunia, hari ini Google membuat doodle spesial Montgomery yang muncul di laman utama mesin pencari di 23 negara di dunia, antara lain Amerika, Argentina, Maroko, Italia, Jepang dan Australia, selain tentunya Kanada dan Indonesia.
Selain kontribusi hebatnya, masih banyak fakta hidup Montgomery yang sayang untuk dilewatkan. Seperti hal-hal berikut ini.
1. Novel paling terkenal Montgomery sempat ditolak banyak penerbit
"Anne of Green Gables" adalah novel anak-anak berseri, sekaligus karya paling fenomenal dari Montgomery. Novel tersebut dia tulis ketika umurnya 28 tahun di daerah asalnya, Pulau Pangeran Edward, provinsi terkecil di Kanada.
Setelah menyelesaikan novel pertama "Anne of Green Gables", Montgomery mencoba untuk menerbitkannya. Namun, saat itu, di tahun 1906, 4 penerbit menolak mentah-mentah karya Montgomery itu. Wanita itu akhirnya menyerah dan meneruskan menulis puisi.
Novel "Anne of Green Gables" sendiri akhirnya baru diterbitkan dua tahun setelahnya oleh penerbit asal Boston, L.C. Page Co. Novel seri "Anne of Green Gables" akhirnya sukses besar, diterjemahkan dalam 20 bahasa lebih, dan terjual lebih dari 50 juta kopi!
Advertisement
2. Tak suka novel "Anne of Green Gables"
Meski novel "Anne of Green Gables" yang membawa Montgomery ke puncak tangga kesuksesan, namun wanita itu mengaku tidak pernah benar-benar merasakan kesuksesan dari novel itu.
Selama hidupnya, Montgomery sudah membuat 9 novel "Anne of Green Gables", yang seri terakhirnya baru diterbitkan setelah Montgomery meninggal dunia di tahun 1942. Menariknya, seri terakhir itu baru diluncurkan di tahun 2009 lalu setelah sebelumnya manuskrip aslinya diduga hilang.
Montgomery menyatakan bila dia bosan dengan karakter Anne dan mencoba untuk membuat novel lain yang lebih menunjukkan siapa dirinya. Sayangnya, novel-novel yang disukai oleh Montgomery itu tidak pernah sukses di pasaran.
3. Montgomery disebut pernah coba bunuh diri
Pengakuan mengejutkan diutarakan oleh cucu dari Montgomery, Kate MacDonald. Lewat sebuah wawancara di tahun 2008 silam, Kate mengatakan bila neneknya mengalami depresi nyaris sepanjang hidupnya. Penyebabnya adalah sakit mental yang dialami oleh Ewan McDonald, suaminya, dan kematian dari anak keduanya.
Tak salah bila akhirnya Kate mengatakan bila neneknya kemungkinan besar sempat melakukan usaha bunuh diri. Selain itu, saat meninggal dunia, di samping tubuhnya ditemukan sebuah memo yang isinya cukup menakutkan.
"Aku telah kehilangan kesadaranku akibat sihir, dan aku tak berani membayangkan apa yang akan kulakukan dengan sihir-sihir itu. Tuhan, maafkan lah kesalahanku, dan aku harap orang-orang juga akan memaafkanku meski mereka tidak pernah mengerti," tulis Montgomery.
"Hidupku saat ini sangat sulit untuk dihadapi, dan tidak ada seorang pun yang menyadarinya. Sebuah akhir yang buruk untuk hidup ini, yang setiap detiknya aku selalu mencoba melakukan yang terbaik," tutup Montgomery.
Advertisement
4. Novelnya buat jutaan orang datang ke Kanada
Novel anak-anak "Anne of Green Gables" dibuat dengan setting pula Pangeran Edward di Kanada. Dan sejak novel itu booming sampai saat ini, fans novel seri berduyun-duyun datang untuk melihat langsung tepat tinggal karakter 'Anne Shirley' yang ada di pulau kecil itu.
Di tahun 2010 lalu misalnya, sekitar 140.000 turis dari seluruh dunia datang ke situs Green Gables National Historic Site di Pulau Pangeran Edward. Per tahunnya, kedatangan turis membuat Kanada untung USD 347 juta.
5. 3 Google Doodle untuk wanita Kanada pertama yang bergabung dengan Royal Society Atrs
Perlu diketahui, Montgomery adalah wanita pertama yang berhasil bergabung dengan Royal Society Arts, perkumpulan penulis terhebat dalam sejarah. Bahkan sosok Montgomery dan novel "Anne of Green Gables" mendapat pujian dari Mark Twain.
Penulis buku "The Adventure of Tom Sawyer" itu menyebut novel "Anne of Green Gables" adalah buku anak terhebat setelah "Alice in Wonderland".
Untuk menghormati novel ini dan memperingati ultah ke-141 Montgomery, Google membuat tiga doodle animasi sekaligus yang memperlihatkan adegan dari novel "Anne of Green Gables".
Sumber: Heavy.com, Wikipedia, YouTube