Java, si buah simalakama

Java boleh diibaratkan sebagai buah simalakama yang dua sisinya sama-sama dibutuhkan.

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
Java, si buah simalakama
Java © 2013 Merdeka.com

Sudah kerap kali muncul laporan mengenai serangan malware yang memanfaatkan celah di aplikasi Java. Menurut penelitian, sekitar 94 persen pengguna aplikasi Java rentan terhadap serangan baik hacker maupun malware.Dikutip dari Fox News (28/03) sebagian besar aplikasi untuk mobile atau juga web menggunakan Java sebagai salah satu pelengkapnya. Ironisnya, dengan menggunakan Java, banyak kasus muncul karena malware dan hacker mudah sekali menerobos celah keamanan yang dimilikinya dan merugikan pengguna perangkat mobile atau pemilik web.Penelitian terbaru menjelaskan bahwa sekitar 60 sampai 94 persen pengguna Java ternyata sangat rentan terhadap serangan malware atau peretas. Websense, perusahaan keamanan online yang melakukan penelitian tersebut mengatakan bahwa ada beberapa exploit kuat seperti Cool, Gong Da, MiniDuke, Blackhole 2.0, RedKit dan CritXPack yang juga satu paket dengan malware di dalamnya kerap kali digunakan oleh peretas atau cybercriminal untuk mendapatkan data pribadi sekaligus merusak pernagkat mobile atau web.Exploit-exploit tersebut digunakan oleh para pembuat malware dan peretas untuk mencuri data pribadi, memonitori aktivitas online dan mengendalikan segala sesuatu di dalam perangkat atau web yang perangkatnya sudah terinfeksi.Uniknya, Oracle sebagai pemegang lisensi Java justru sampai sekarang terkesan tidak dapat melakukan banyak hal untuk meminimalisir fenomena semacam ini. Mereka hanya memberikan update terbaru dan di kemudian hari kasus serupa tetap muncul dengan memanfaatkan celah di Java.Memang ada saran dari beberapa pihak untuk menonaktifkan fitur berbasis Java, namun dengan tidak menggunakannya, justru pengguna mobile atau web tidak dapat dengan leluasa untuk mengakses internet. Dengan kata lain tidak semua web atau aplikasi sejenis dapat dioperasikan apabila tidak menggunakan Java.Sampai sekarang ada anggapan bahwa para pelaku kejahatan cyber selalu selangkah lebih maju dibandingkan dengan perusahaan pembuat ataupun pihak keamanan. Untuk itu, apabila ingin tetap menggunakan Java, disarankan agar melakukan update Java versi terbaru secara rutin.

Rekomendasi