Rumor politik uang muncul dalam pemilihan ketua umum APJII

Diperkirakan atmosfir sidang akan memanas dan ramai pada saat perebutan kursi ketua umum APJII.

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
Rumor politik uang muncul dalam pemilihan ketua umum APJII
Munas APJII 2012. merdeka.com/R. Fajar Yudhistira

Tiga kandidat bersaing kuat untuk menjadi calon formatur tunggal (CFT) APJII yaitu Sammy Pengerapan, Benyamin Naibaho dan A Sapto Anggoro. Sebenarnya muncul kandidat lain seperti Dwi Cahyoko, Irvan Nasrun dan Adhitya WA, namun tiga kandidat awal disebut-sebut punya peluang terpilih lebih besar.

Munas APJII kali ini menggunakan model formatur tunggal dengan sistem pemilihan voting tertutup. Jadi satu perusahaan ISP memiliki hak satu suara. Jika belum ada calon yang memenuhi suara 50 persen plus satu, maka proses pemilihan akan berlangsung dua putaran.

"Model ini memiliki keuntungan, calon terpilih akan memiliki hak untuk membentuk susunan kepengurusannya sendiri," ujar Steering Committee Musyawarah Nasional APJII Freddie Pinontoan di Bali pada Kamis (5/7)

Diperkirakan atmosfir sidang akan memanas dan ramai pada saat perebutan kursi ketua umum APJII. Tentunya setiap CFT akan berjuang keras untuk menempati posisi tersebut.

Pada situasi persaingan ketat ini, tak urung muncul rumor politik uang. Seorang anggota APJII sekaligus pengelola ISP dari Jakarta yang mewanti-wanti tidak mau disebutkan namanya menyebut kabar salah satu CFT melakukan saweran dalam kampanyenya. 

Dia sendiri tidak tahu apa yang dimaksud dengan saweran tersebut. Dia juga tidak mau menjelaskan lebih lanjut.

Dia menuturkan, setiap CFT mempunyai peluang yang sama untuk maju sebagai ketua umum APJII periode 2012 - 2015 mendatang. Namun, tak bisa dipungkiri jika Sammy, Benyamin, dan Sapto punya peluang lebih besar dibanding tiga lainnya.

"Siapapun yang terpilih, pada intinya saya tidak keberatan asal dia (calon ketua umum) mempunyai visi dan misi yang jelas dalam mengelola dan memajukan APJII," ujarnya.

Pemecah dukungan

Dari perkembangan di Munas APJII, munculnya nama Dwi Cahyoko sebagai calon CFT mewakili Indotrans membuat kubu pendukung Benyamin Naibaho khawatir.

Indotrans merupakan perusahaan pendukung kubu Benyamin Naibaho yang akan meramaikan bursa ketua APJII. Namun, kemunculan Dwi Cahyoko sebagai calon CFT dibantah oleh anggota sekretariat Munas APJII, Yamin. "Nama Dwi Cahyono sempat muncul dalam calon formatur tunggal, tapi hanya satu jam saja dan kemudian mengundurkan diri," Ujarnya.

Ketua panitia pemilihan pengurus, Marcelus Ardiwinata memilih tidak mengomentari kabar ini. Menurut dia, keputusan penghapusan calon formatur tunggal akan dikembalikan kepada peserta sidang.

Rekomendasi