Indonesia, Google, dan Android

Pertumbuhan Android diramaikan sementara pihak sebagai salah satu alasan Google memperluas pasarnya di Indonesia.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Indonesia, Google, dan Android
Ilustrasi

Pengguna internet Indonesia yang terus tumbuh, menyebabkan persaingan operating system (OS) juga marak. Baik untuk desktop maupun mobile. Apple dengan iOS-nya, Microsoft dengan Windows7 andalannya, Blackberry OS, dan yang lagi marak adalah Android. Untuk nama terakhir di atas adalah milik Google yang lebih banyak konsentrasi di OS mobile device (perangkat begerak). Pertumbuhan pengguna Android di Indonesia yang terus bertambah, karena bisa diimplementasikan di berbagai telepon seluler itu menjadi menarik.

 

Menurut informasi yang berkembang, salah satu alasan Google membuka kantor di Indonesia karena pertumbuhan positif pengguna sistem operasi Android di negara ini. Hingga akhir tahun lalu, jumlah pengguna telepon seluler yang berbasis android Indonesia menembus lebih dari 300 ribu pengguna. Potensi android itu bakal terus terdongkrak karena jejaring pengguna yang fanatik. Anggota id-Android, milis resmi pecinta sistem operasi itu di Indonesia, mencapai lebih dari 9 ribu orang. Raksasa dunia maya itu tampaknya ingin menggeser dominasi RIM di pasar ponsel pintar Indonesia yang hingga awal tahun ini sudah memiliki lima juta pengguna. RIM dengan BlackBerry-nya telah digdaya di Indonesia dengan mewabahkan ponsel QWERTY. Namun RIM jeblok ketika main di tablet device. Playbook andalannya menuai banyak kritikan sehingga disebut produk gagal sehingga tidak dapat sambutan dari masyarakat. Ini sedikit banyak juga mempengaruhi citra RIM. Saat ini, di seluruh dunia, kondisi RIM sudah kian menurun. Meski di Indonesia masih digdaya sampai jatuh korban saat rilis seri Belagio beberapa waktu lalu.Android, sementara itu, melangkah pasti di Indonesia. OS ini memang lebih terbuka dan membebaskan penggunanya mengutak-atik sistem ponselnya. Android mulanya proyek sekelompok programer di Palo Alto, California. Perusahaan kecil bikinan Andy Rubin dan Nick Sears ini akhirnya dibeli Google pada 2005.Sempat disempurnakan berkali-kali, Android baru benar-benar diluncurkan empat tahun kemudian ketika Google menggandeng ponsel bermerek T-Mobile. Hanya dalam setahun setelah resmi diluncurkan, android berhasil merebut 19 persen pasar ponsel pintar di Eropa. Kini ponsel berbasis Android membanjiri pasar seluruh dunia. Akhir tahun lalu, Google mengklaim lebih dari 850 ribu ponsel dan komputer tablet berbasis Android diaktivasi pengguna baru setiap hari. Samsung benar-benar mengambil momentum dengan mencangkokkan gadget-gadgetnya dengan Android.  Pertumbuhan Android yang menarik itulah, maka diramaikan sementara pihak sebagai salah satu alasan Google agresif memperluas pasarnya di Indonesia. Apalagi milis Id-Android yang ramai, memancing sang empunya untuk mencari peruntungan mendatangi pasar sekaligus mencari programer-programer potensial guna menumbuhkan aplikasi yang berbasis Android.Saat dikonfirmasi terkait apakah skema bisnis di Indonesia berkaitan dengan ekspansi pasar Android, perwakilan Google Indonesia enggan menjawab terbuka. Menurut Media Relation Google Indonesia Uria Simanjuntak, keputusan buat tidak membuka sedikit pun informasi pada media massa itu datang dari Kantor cabang Google Asia Tenggara. “Anda bisa tanya soal Android pada acara konferensi pers nanti,” kata Uria.

Rekomendasi