Sebelum membuka kantor di Jakarta, Google sudah memulai penjajakan dengan membuat berbagai macam kerja sama dengan berbagai pihak di Indonesia. Januari lalu Google sudah menjaring bisnis UKM (usaha kecil menengah) melalui program Bisnis Go Online.Program itu melibatkan banyak pihak antara lain Kementerian Koperasi, KADIN, Pengelola Domain Indonesia (Pandi), Kementerian Perindustrian, Bakrie Telekom, Multiply, dan MelsaNet internet service provider/ISP).Dalam program ini, Google membantu para pengusaha UKM untuk menampilkan informasi dan cara transaksi melalui online. Biaya yang berkaitan dengan masalah internet, misalnya pembelian domain dan juga hosting (penyimpanan data), ditanggung oleh Google.Program tersebut menargetkan sekitar 100.000 UKM selama 2012. Sampai dengan Maret sebanyak 4.000 UKM telah bergabung. Jumlah ini semula lambat tapi sejak dua minggu lalu naik signifikan.Menurut Rully Budisatya, dari MelsaNet lambatnya jumlah UKM yang bergabung dengan program BisnisGoOnline (www.bisnisgoonline.co.id) karena tidak semua perusahaan UKM yang meminta domain disetujui oleh Pandi. Masalahnya adalah dalam regulasi Pandi, perusahaan yang daftar domain xyz.co.id harus bisa menunjukkan surat-surat pendirian perusahaan. Sementara itu, perusahaan yang UKM sebagian besar belum memiliki administrasi badan hukum yang bagus. Sebagian bahkan ada yang bisnis rumahan (home industri), akan sulit untuk bergabung.“Karena kepentok regulasi Pandi, maka kita sepakat memakai domain xyz.web.id (berakhiran web.id),” tegas Rully yang dalam kerja sama ini bertindak seagai pengatur dan pendaftar domain UKM. Ketika pakai co.id hanya 500 yang disetujui oleh Pandi. “Begitu diubah ke web.id, dalam waktu tak lebih dua minggu sudah ada tambahan 350 pendaftar dan langsung disetujui,” kata Rully.Bila sukses, maka tahun ini akan ada 100 ribu UKM akan bergabung. Menurut Rully, yang dibutuhkan UKM itu kemudahan. Maka terbukti begitu web.id yang tidak terlalu banyak syarat, maka jumlah UKM yang bergabung banyak. Sampai dengan jumlah 100 ribu, Pandi masih menggratiskan. Namun di atas itu akan dikenai harga.Dalam rangka mencari anggota UKM untuk bergabung, meski gratis, Google membiayai acara promosi atau sosialisasi. Selanjutnya, setelah banyak yang bergabung, Google berkewajiban memebantu promosinya. Sebelum masuk resmi dan berkantor di Indonesia, Google tahun lalu sudah melakukan pembicaraan dengan Wakil Presiden Boediono. Dalam pertemuan itu disampaikan, bahwa Google di Indonesia terkait platform untuk mengembangkan kerja sama dengan industri UKM. Bagi Google itu sangat penting, karena mereka akan berperan sebagai 'perantara', perusahaan iklan maupun marketing yang akan membantu partner-partner Google di Indonesia untuk mengakses pasar global.Menurut Yopie Hidayat, jubir Wapres Boediono, model yang dilakukan di Indonesia seperti yang dilakukan di China. “Jadi di China itu dia Google banyak sekali mengakses perusahaan-perusahaan kecil, menyediakan platform, dan kemudian menghubungkan perusahaan-perusahaan itu dengan pembeli-pembeli di seluruh dunia," jelas Yopie. Google sudah di sebelah kita, di ibukota kita. Sudah sepantasnya kita dapat memetik manfaat sebesar-besarnya, jangan sebaliknya malah kita dimanfaatkan dan tak mengambil keuntungan berarti bila lengah.Yang pasti, selama ini kantor Google di Palo Alto dikenal inspiratif dengan desain interior yang mengasyikkan. Akankah kantor di Jakarta juga laiknya yang di belahan dunia lain, lihat saja nanti.
4.000 UKM sudah bersama Google
Google membantu para pengusaha UKM untuk menampilkan informasi dan cara transaksi melalui online.
Advertisement
Rekomendasi