Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Produk UKM dari desa tertinggal perlu go digital

Produk UKM dari desa tertinggal perlu go digital Ilustrasi startup. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Merujuk laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), mereka telah memiliki program Desa Broadband Terpadu yang menjanjikan pembangunan akses internet di beberapa kabupaten. Program desa broadband terpadu ini merupakan program penyediaan akses internet secara berkala yang dimulai sejak tahun 2015. Kini setiap tahunnya terdapat 50 desa tertinggal yang dibangun di seluruh Indonesia.

Data dari Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) tahun 2016, mencatat bahwa 80 Kabupaten dari total 122 kabupaten di seluruh Indonesia, ditetapkan sebagai daerah tertinggal. Hal ini pula yang mendorong Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) turut memajukan perekonomian di desa tertinggal dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi baru.

Kemendesa sendiri memiliki program salah satunya adalah Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades). Prukades ini merupakan wujud pengembangan ekonomi kreatif yang mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki masyarakat pedesaan melalui hasil karya mereka.

Pengembangan produk Prukades ini dikembangkan berbasis teknologi dan inovasi. Teknologi memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, terutama dalam dunia bisnis. Para pelaku UKM di desa tertinggal dapat memanfaatkan sarana teknologi dalam mengembangkan dan mempromosikan bisnis mereka.

Warga desa tertinggal bisa mengandalkan koneksi internet melalui Program Desa Broadband Terpadu yang dijalankan Kemkominfo. Terlebih beragam cara bisa dilakukan oleh pelaku UKM di desa tertinggal untuk mempromosikan produk mereka melalui jejaring sosial ataupun situs e-commerce lainnya.

“Ini dapat mempromosikan hasil karya masyarakat desa tertinggal dan membuka peluang investasi dari para investor baik dari dalam maupun dari luar negeri,” kata Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo di Jakarta, Jumat (28/7).

Sementara, menurut Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa), Ahmad Erani Yustika, pemanfaatan teknologi kini mutlak dilakukan terlebih untuk desa tertinggal. Maka itu, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan pelaku e-commerce.

“Untuk tahap awal, kita juga sudah bekerja sama dengan e-Commerce yang besar seperti Bukalapak, kita mendorong pelaku UKM untuk ikut berjualan di sana. Karena kan Bukalapak sudah mapan. Pengunjungnya sudah sampai dua hingga tiga juta setiap hari," ujar Erani.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP