Di lepas pantai Alaska, terjadi sebuah pertemuan yang menakjubkan. Ilmuwan dari tim Whale-SETI berhasil melakukan "percakapan" dengan paus bungkuk bernama Twain.
McCowan dari University of California Davis memimpin interaksi tak terduga ini, di mana mereka berusaha memahami cara paus bungkuk berkomunikasi.
Dengan bantuan pengeras suara bawah air, tim Whale-SETI memutar rekaman panggilan kontak paus bungkuk ke laut. Yang mengejutkan, Twain mendekat dan mulai merespon. Selama 20 menit, paus itu mengelilingi perahu dan menyesuaikan interval di antara setiap panggilan yang diputar oleh tim.
“Kami yakin ini adalah pertukaran komunikasi pertama antara manusia dan paus bungkuk dalam 'bahasa' mereka,” kata Dr. McCowan, dikutip dari Earthcom, Jumat (25/10).
Para peneliti pun sangat senang melihat paus merespon secara langsung menggunakan sinyal khas paus itu sendiri. Tim Whale-SETI juga sedang mengembangkan filter untuk mendeteksi sinyal cerdas yang bisa digunakan dalam pencarian kecerdasan di luar angkasa.
Dengan mempelajari cara paus berkomunikasi, mereka berharap bisa menemukan pola yang mirip dengan sinyal dari luar Bumi. Fred Sharpe dari Alaska Whale Foundation menekankan betapa cerdasnya paus bungkuk, dengan menyebutkan bahwa mereka memiliki sistem sosial kompleks dan mampu menggunakan jaring gelembung untuk menangkap ikan serta berkomunikasi melalui lagu.
“Mereka membuat alat seperti jaring gelembung untuk menangkap ikan dan berkomunikasi melalui lagu serta panggilan sosial,” jelas Sharpe.
Tim yakin, bahwa dengan belajar dari paus, mereka bisa mengembangkan cara untuk mendeteksi dan memahami sinyal cerdas, apakah itu berasal dari laut atau dari ujung galaksi. Temuan pertemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Peer J.
Tidak berhenti di situ, Whale-SETI sedang mempersiapkan penelitian lain tentang cara paus berkomunikasi, termasuk lewat cincin gelembung. Dukungan finansial dari Templeton Foundation juga memungkinkan penelitian ini terus berkembang.
Reporter magang: Nadya Nur Aulia