Penjelasan Di Balik Nikmatnya Mendengar ASMR

Selasa, 26 November 2019 00:01 Reporter : Indra Cahya
Penjelasan Di Balik Nikmatnya Mendengar ASMR Ilustrasi ASMR. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Jika kita mengamati apa yang jadi tren di YouTube, salah satu yang jadi sensasi baru adalah ASMR. Kependekan dari autonomous sensory meridian response ini adalah sebuah sensasi yang disebut menenangkan.

Banyak yang mendefinisikan ASMR sebagai sebuah sensasi menggelitik yang kita alami dari kulit kepala hingga leher. Ini disebut sebagai rangsangan sensor tubuh ketika kita mendengarkan bunyi-bunyian yang menenangkan tersebut.

Seringkali, bunyi-bunyian ASMR ini berupa hasil dari perilaku sehari-hari, atau sesuatu yang dibuat-buat dan diulang, namun menghasilkan suara yang menarik. Seperti menggesekkan bolpen ke kertas, memotong dan mencincang sabung, hingga memakan sesuatu yang kriuk dan menikmati sensasi kunyahannya.

Nah, apa saja sih deretan fakta yang ada di balik nikmatnya mendengar konten ASMR? Melansir Listverse, berikut ulasannya!

1 dari 2 halaman

ASMR Adalah Respon Fisik

Studi menyebut bahwa fenomena kenyamanan yang kita rasakan kala mendengar ASMR adalah reaksi fisik yang sama sekali bertentangan dengan reaksi emosional yang tercipta dari mendengarkan lagu misalnya.

Salah satu studi membuktikannya, dengan mengajak 110 peserta melihat ASMR sembari terkoneksi ke mesin umpan balik biologis. ASMR terbukti membuat detak jantung semua peserta melambat.

Akhirnya, berbagai studi kini dihelat untuk mengukur berbagai potensi klinis yang mungkin bisa didapat dan dimanfaatkan untuk meringankan insomnia, depresi, dan gangguan kecemasan.

2 dari 2 halaman

ASMR Masih Sulit Dijelaskan Secara Ilmiah

Konten ASMR samgat mudah dibuat dan kita mudah juga memahaminya. Namun pengalaman fisik seseorang dalam menyikapi ASMR sebenarnya masih belum terlalu jelas sebab ilmiahnya.

Disebut suara ASMR melepas endorfin yang diasosiasikan serupa dengan ketika orang tua merawat bayi, sehingga tak heran terdapat kenyamanan yang muncul. Nah, endorfin ini merangsang munculnya dopamin, neurotransmitter yang terkait dengan keinginan dan motivasi. Bahkan, ASMR juga disebut dapat terikat dengan reseptor opioid yang dapat menciptakan euforia ringan, seperti kala kita mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.

Nah, hal ini masih belum terlalu jelas, karena endorfin sendiri hanya akan terlepas di beberapa orang tertentu yang cocok dengan tipe ASMR yang ia dengarkan. Seperti contohnya, konten ASMR orang berbisik bisa di orang tertentu, namun di orang lain tidak, dan sebagainya.

Menarik? Konten ASMR apa yang Anda sukai? [idc]

Baca juga:
Ini Jumlah Es yang Ada di Antartika, Jika Cair Dunia Tenggelam!
Ilmuwan Klaim Manusia Tertular Flu Dari Unta
Cerdasnya Anjing, Binatang yang Tak Bisa Dibohongi!
Ini 5 Hal yang Terjadi Pada Semesta di Hari Kiamat, Tak Mungkin Selamat?

Topik berita Terkait:
  1. Sains
  2. Penelitian Ilmiah
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini