Peneliti kembangkan baterai lithium-ion dari akar tanaman
Merdeka.com - Peneliti kini tengah mengembangkan sumber baru untuk bahan baterai lithium-ion yang lebih ramah lingkungan.
Pengembangan baru ini akan dapat menghasilkan baterai lithium-ion yang dibuat dengan bahan molekul purpurin dari ekstrak akar tanaman madder. Hal ini dapat diartikan pembuatan baterai tak lagi perlu menambang lithium dari perut Bumi. Sebagai gantinya dapat dilakukan dengan penanaman masal tanaman madder sebagai bahan mentah baterai lithium-ion.
Saat ini pembuatan katoda baterai lithium-ion membutuhkan material lithium kobalt oksida (LiCoO2). Namun penambangan kobalt serta menggabungkannya dengan lithium pada suhu tinggi membutuhkan mahal dan membutuhkan banyak energi. Menurut perkiraan Dr. Arava Leela Mohana Reddy dari Universitas Rice, setiap membuat produksi baterai lithium-ion dengan energi sebesar 1 KWh sama dengan melepas 72 Kg karbon dioksida ke udara.
Dr. Reddy dan bersama timnya akhirnya menemukan solusi yang cukup cemerlang. Mereka menemukan bahwa dengan menggunakan material berbasis molekul biologi maka hasilnya akan lebih ramah lingkungan. Molekul karbonil dan hidroksil dapat dilalui elektron sehingga berpotensi menjadi bahan katoda baterai. Molekul biologis tersebut juga mudah berkoordinasi dengan lithium.
Tak seperti material berbasis kobalt, pembuatan elektroda biologi ini juga lebih murah. Hal ini dikarenakan pembuatan yang cukup menggunakan suhu ruang tanpa proses yang rumit.
Menggunakan material biologis purpurin sebanyak 1 gram, peneliti dapat membuat setengah sel baterai dengan kapasitas 90 mAh.
Peneliti optimis bahwa baterai lithium-ion ramah lingkungan ini dapat diproduksi secara komersial dalam beberapa tahun ke depan. Peneliti saat ini terus melakukan pengembangan dalam hal efisiensi purpurin dan menemukan molekul sejenis yang dapat juga dimanfaatkan.
Sumber: Gizmag (mdk/ikh)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya