PANDI: Digitalisasi Aksara Nusantara Dapat Dukungan Banyak Lembaga termasuk UNESCO

Kamis, 10 Desember 2020 13:14 Reporter : Syakur Usman
PANDI: Digitalisasi Aksara Nusantara Dapat Dukungan Banyak Lembaga termasuk UNESCO Program PANDI Merajut Nusantara melalui Digitalisasi Aksara Daerah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mendapat apresiasi dan dukungan banyak pihak termasuk lembaga dunia, UNESCO, terhadap upaya digitalisasi aksara nusantara ke dalam format internationalize domain name (IDN). Harapannya, aksara nusantara bisa diakses dan dipergunakan di internet.

IDN merupakan nama domain untuk bahasa lokal atau aksara setiap daerah/negara. Nama domain ini bersifat khusus, karena tidak menggunakan huruf latin dengan karakter selain a, b…, z; 0, 1,…, 9; dan "-" yang merupakan kode American Standard Code for Information Interchange (ASCII).

ASCII merupakan standar pengkodean karakter untuk alat komunikasi. Kode ASCII mewakili teks dalam komputer, peralatan telekomunikasi, dan perangkat lainnya. Singkatnya, berupa huruf dan angka yang biasa dipergunakan sehari-hari. Kebanyakan skema pengkodean karakter modern didasarkan pada ASCII, meski mendukung banyak karakter tambahan.

Faktanya, saat ini internet diakses oleh lebih banyak orang yang tidak menggunakan bahasa dan skrip latin, ketimbang aksara daerahnya. Artinya, mereka sulit mengenali karakter ASCII dan mereproduksinya pada keyboard atau menggunakan perangkat lunak untuk masuk ke alamat situs/web di browser.

Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, mengatakan keberadaan IDN di era digitalisasi ini penting, karena pertumbuhan pengguna internet dunia semakin pesat. Belum lagi masyarakat internet terbiasa memakai huruf latin untuk menulis atau mengetik. Dampaknya, bukan tidak mungkin, ke depan aksara daerah di Indonesia akan punah.

"Di Indonesia karena bahasa utamanya menggunakan tulisan latin, maka bahasa atau tulisan asli ibu yang jadi warisan nusatara semakin hilang," ujar Yudho dalam keterangan resminya, Kamis (10/12).

Atas dasar itu, PANDI merasa perlu membuat wadah, agar bahasa ibu di nusantara bisa terus dituturkan dari satu generasi ke generasi.

"PANDI berkomitmen penuh terhadap pelestarian aksara daerah, maka dari itu kami membuat program khusus bertajuk Merajut Indonesia melalui Digitalisasi Aksara. Dari program tersebut, diharapkan bisa melestarikan aksara nusatara yang ditinggalkan oleh masyarakat sekarang," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Dukungan Penuh UNESCO...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini