Pabrik Tesla di Berlin Terbakar, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

Rabu, 28 September 2022 10:08 Reporter : Merdeka
Pabrik Tesla di Berlin Terbakar, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa Ilustrasi Tesla Model 3. ©2020 tela.com

Merdeka.com - Kebakaran terjadi di pabrik Tesla di Berlin, Jerman pada 26 September lalu. Menurut laporan terbaru, setelah 5 jam kebakaran, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Menurut pihak pemadam kebakaran setempat, kebakaran terjadi di pabrik pada pukul 03:30 pagi waktu setempat pada hari Senin.

Dilaporkan GizChina dan The Verge, Rabu (28/9), menurut petugas pemadam kebakaran, api berasal dari tempat daur ulang luar ruangan. Di tempat itu, banyak kardus dan bahan yang mudah terbakar menumpuk. Sekitar 50 petugas pemadam kebakaran setempat langsung pergi ke pabrik untuk menjinakkan api.

Dalam kebakaran itu tidak ada unit Tesla. Jika itu terjadi, maka titik api di dalam pabrik mobil bisa berakibat jauh lebih buruk. Sayangnya, Tesla belum mengomentari penyebab spesifik kebakaran tersebut. Juga, tidak disebutkan apakah ini akan mempengaruhi produksi kendaraan atau tidak.

Sementara itu, Kelompok lokal di Jerman yang telah lama menentang pabrik Tesla karena masalah lingkungan turut bersuara. Perwakilan inisiatif warga Grünheide Steffen Schorcht mengatakan, ketakutan terburuk warga telah menjadi kenyataan.

"Kami menuntut penghentian produksi sampai penyebab dan keadaan telah diklarifikasi dan semua tindakan terkait keselamatan di area perlindungan diterapkan," kata dia.

Ini bukan masalah kardus pertama Tesla. Awal tahun ini, palet kardus di tempat parkir pabrik pembuat mobil Fremont, California, terbakar. Dan pada tahun 2019, Tesla didenda oleh EPA karena tidak membersihkan cat yang sangat mudah terbakar dan campuran pelarut dengan benar dan diharuskan melengkapi pabrik dengan peralatan tanggap darurat yang ditingkatkan oleh Pemadam Kebakaran setempat.

Pabrik ini dibuka pada awal tahun ini dan memiliki target untuk membangun 500.000 kendaraan per tahun. Pada tahun 2020, ada keterlambatan dalam pembangunannya karena warga khawatir tentang pencemaran air dan deforestasi yang diperlukan untuk membangunnya. Pabrik itu juga dilaporkan menjadi target kemungkinan pembakaran pada 2021.

[faz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini