Meski Diunggah Lagi, Video Penembakan di Masjid Selandia Baru Tak Bisa Diakses

Jumat, 15 Maret 2019 17:08 Reporter : Fauzan Jamaludin
Meski Diunggah Lagi, Video Penembakan di Masjid Selandia Baru Tak Bisa Diakses Penembakan di Masjid Al Noor Selandia Baru. ©2019 REUTERS/SNPA/Martin Hunter

Merdeka.com - Plt Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengatakan, sejak siang tadi sekitar pukul 13.30, pemerintah telah melakukan proses pembersihan konten penembakan di masjid Selandia Baru di semua platform media sosial.

"Sudah sejak jam 13.30 siang tadi kami proses semua video di Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube," jelasnya melalui pesan singkat, Jumat (15/3).

Dilanjutkannya, berdasarkan pantauannya telah ditemukan lebih dari 500 video yang diunggah di media sosial dan sudah diturunkan. Meski begitu, bilamana video tersebut diunggah lagi, maka akan secara otomatis tak bisa diakses.

"Lebih dari 500 video di platform media sosial juga sudah secara otomatis by system akan take down video tersebut apabila diunggah lagi. Kami juga masih terus lakukan cyber patrol sampai video-video tersebut bersih dari cyber space Indonesia," kata dia.

Sebelumnya, telah terjadi insiden penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru yang membuat panik sekitar 300 jemaah salat Jumat. Dilansir dari situs berita TVNZ, Jumat (15/3), seorang saksi mata mengatakan kepada wartawan New Zealand Stuff, dia mendengar setidaknya 20 tembakan, dan melihat empat orang tergeletak bersimbah darah. Tiga korban penembakan adalah perempuan dewasa, dan seorang lainnya adalah gadis cilik.

Lebih kejam, Pria pelaku penembakan di masjid di Kota Christchucrh, Selandia Baru melakukan aksinya dengan menyiarkan secara langsung (live streaming) di akun Facebooknya. Pria itu diketahui bernama Brenton Tarrant (28). Tarrant melakukan aksinya saat jemaah di Masjid Al Noor, Christchucrh sedang bersiap melaksanakan salat jumat. [faz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini