Mengapa kita menjadi orang yang mudah 'memaki' ketika berkendara?

Selasa, 18 Oktober 2016 20:00 Reporter : Indra Cahya
Mengapa kita menjadi orang yang mudah 'memaki' ketika berkendara? Ilustrasi marah ketika berkendara. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Seringkali ketika kita berada di jalan raya, dan seseorang memotong jalan kita dengan tiba-tiba atau melanggar peraturan, kita akan secara tak sadar marah. Tak hanya marah, seringkali kita juga memaki orang tersebut secara tak terkendali.

Yap, kita seakan-akan 'menjadi orang lain' ketika berkendara. Kita seketika marah jika ada orang berperilaku sembarangan ketika berkendara, meski jika sedang tak berkendara kita adalah orang yang baik dan ramah. Mengapa hal ini terjadi?

Ada beberapa penjelasan. Dari sisi psikologis, hal ini disebut 'deindividuation,' di mana kesadaran diri kita akan seketika hilang jika berhadapan dengan orang yang tak kita kenal. Ada studi yang meneliti tentang ini.

Studi yang dilakukan psikolog bernama Philip Zimbardo di tahun 1970, di mana seseorang bertudung diwajibkan mengagetkan mahasiswa di kegelapan. Lalu sang psikolog juga menyuruh mahasiswa biasa yang menggunakan tag nama di pakaiannya untuk mengagetkan mahasiswa lain. Setelah dibandingkan, peserta bertudung lebih mengagetkan.

Memang tidak kenal belum tentu memicu tindakan impulsif seperti marah besar dan memaki-maki. Namun menurut psikolog bersama Jamie Madigan, hal ini membuat perilaku kita lebih agresif dan kurang terkontrol. Hal ini terbukti di berbagai hal yang melibatkan orang yang 'tak dikenal': sosial media. Di Facebook, kita dengan mudah memaki-maki seseorang di kolom komentar karena hal tersebut.

Konteks ini pun sama dengan ketika kita berkendara. Ketika naik mobil, ketika orang lain berlalu-lintas dengan tak baik, kita bisa jadi orang yang dengan enteng memaki-makinya karena dia pasti tak kenal kita. Kita jadi 'anonim' yang berlindung di balik kaca mobil.

Sisi psikologis ini secara tidak langsung memperlihatkan bahwa seseorang berbuat demikian karena resiko yang akan dia tanggung sangat kecil. Seseorang akan lebih 'lega' melampiaskan amarahnya, toh yang jadi pelampiasan marahnya tak kenal siapa kita.

Masih ada aspek lain yakni aspek komunikasi. Mari kita simak di laman selanjutnya. [idc] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini