Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mars ternyata juga pernah alami efek rumah kaca

Mars ternyata juga pernah alami efek rumah kaca Ilustrasi Mars. ©shutterstock.com/Jan Kaliciak

Merdeka.com - Meski dibilang mirip bumi, Mars disebutkan memiliki habitat yang parah karena tipisnya atmosfer dan dinginnya temperatur di sana. Kemungkinan, hal ini disebabkan karena fenomena efek rumah kaca yang terjadi jutaan tahun lalu.

Seperti yang dilansir oleh Mashable (25/11), hal ini disimpulkan oleh para peneliti setelah mengetahui bagaimana kondisi Mars yang sesungguhnya. Disebutkan, tabrakan beberapa meteorit pada miliaran tahun lalu turut membantu terbentuknya efek yang tak baik bagi kehidupan ini.

Tabrakan meteorit ini sendiri terlihat dari adanya Nanedi Valles, sebuah lembah besar mirip Grand Canyon di sana. Tabrakan ini kemudian menyebabkan adanya efek rumah kaca yang bercampur suhu dingin sehingga suhu di planet merah tersebut naik turun dan menghilangkan sebagian besar air yang ada di permukaannya.

Untuk membuktikan hal ini, sebuah tim peneliti dari Penn State University pun menggunakan sebuah model iklim satu dimensi yang menjelaskan bagaimana hidrogen, dan CO2 serta air, mampu menciptakan efek tersebut pada 3,8 juta tahun lalu.

"Sangat mengejutkan mengetahui bahwa Mars dulunya pernah hangat dan basah karena sinar mataharinya lebih redup," kata Ramirez, peneliti hal ini.

Hasil dari efek rumah kaca ini sendiri kemungkinan tidak akan terjadi di bumi mengingat kedua planet tersebut berbeda. Bumi memiliki jarak lebih dekat dengan matahari ketimbang Mars sehingga lebih stabil dalam menjaga suhu. (mdk/nvl)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP