Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kerja Kerasnya Petinggi Twitter sampai Tidur di Lantai Kantor Tapi Kena Pecat Juga

Kerja Kerasnya Petinggi Twitter sampai Tidur di Lantai Kantor Tapi Kena Pecat Juga Ilustrasi Twitter. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Esther Crawford harus ikhlas melepas jabatannya sebagai CEO Twitter Blue. Ia tak luput dari kebijakan PHK yang dilakukan CEO Twitter, Elon Musk. Dia bersama 50 karyawan lain di rumahkan.

Padahal, Esther dikenal sebagai loyalis Elon. Dilaporkan NYPost & Independent, Selasa (28/2), meski dia termasuk golongan senior sebelum Twitter dibeli Elon dan tegak lurus dengan perintah bos baru, nyatanya ia harus kena PHK juga. Kabar dirinya kena PHK pun dikonfirmasi melalui Twitternya dengan diplomatis.

"Hal terburuk yang bisa Anda dapatkan dari melihat saya menggunakan Twitter 2.0 adalah bahwa optimisme atau kerja keras adalah sebuah kesalahan. Mereka yang mencemooh & mengejek tentu berada di pinggir lapangan dan bukan di arena. Saya sangat bangga dengan tim yang telah membangun melalui begitu banyak kebisingan & kekacauan," tulis dia.

Salah satu bukti betapa kerja kerasnya adalah viralnya foto saat ia tidur di lantai semalaman di kantor pada November lalu. Aksi itu dimaknai beberapa orang bahwa Esther benar-benar melakukan hal sulit atau tidak pernah dilakukan dalam hidupnya saat badai PHK meluas.

kerja kerasnya petinggi twitter sampai tidur di lantai kantor tapi kena pecat juga

©2023 Merdeka.com

Beberapa warganet pun mengecam tindakan Elon yang menuntuk kerja keras karyawannya secara berlebihan. Namun Esther menolak tuduhan itu. Ia bilang apa yang dilakukannya dan tim saat itu adalah bentuk kerja keras agar Twitter terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru bagi penggunanya.

Terlepas dari pembelaan Esther, beberapa pengguna Twitter akhirnya menuduh Esther sebagai ‘penjilat’ sementara yang lain mencela bahwa ‘tidur di kantor saja tidak cukup agar tak kena PHK’.

Pada Oktober 2022, Elon Musk membeli Twitter. Prosesnya ini begitu ruwet. Ia harus menjalani proses akuisisi bahkan sempat berkonflik dengan perusahaan. Dilaporkan CNBC, Jumat (28/10), Elon Musk telah menyelesaikan kesepakatan senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 687 triliun untuk membeli Twitter.

Menariknya, usai menguasai perusahaan media sosial itu, Musk memutuskan merombak jajaran petinggi Twitter. Kabarnya, Parag Agrawal juga hengkang dari media sosial itu sebagai CEO. (mdk/faz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP