Kepolisian San Fransisco Bakal Gunakan Robot Mematikan untuk Insiden Kritis

Senin, 28 November 2022 17:23 Reporter : Merdeka
Kepolisian San Fransisco Bakal Gunakan Robot Mematikan untuk Insiden Kritis Ilustrasi robot. ©shutterstock.com/Ociacia

Merdeka.com - Kepolisian San Fransisco (SFPD) di California Amerika Serikat yang telah memiliki 17 robot “bersenjata mematikan”, mengajukan usul kepada dewan pengawas wilayahnya untuk segera diizinkan menggunakan alat canggih itu dalam merespon insiden kejahatan.

Dilansir dari The Guardians, Senin (28/11), dalam draf kebijakan, diuraikan bahwa dari 17 robot itu, hanya lima yang dapat digunakan. Draf itu juga menuliskan SFPD ingin menggunakannya untuk “pelatihan dan simulasi, penangkapan kriminal, insiden kritis, keadaan mendesak, melaksanakan surat perintah atau selama penilaian perangkat yang mencurigakan".

Mission Local dalam laporannya mengatakan bahwa draf kebijakan itu telah diteliti dengan cermat oleh pengawas Aaron Peskin, Rafael Mandelman dan Connie Chan, yang bersama-sama membentuk Komite Aturan Dewan Pengawas, selama beberapa minggu terakhir.

"Perangkat yang dikendalikan dari jarak jauh umumnya digunakan untuk inspeksi area dan pembuangan bom," kata seorang juru bicara SFPD kepada Mission Local pada Selasa (22/11).

Menurut The Verge, departemen memiliki robot model Remotec yang memiliki sistem senjata opsional dan model F5A-nya dapat memuat cangkang senapan untuk digunakan dalam peledakan bom.

Selain itu, draf kebijakan tersebut ingin memungkinkan robot ini untuk membunuh orang ketika anggota masyarakat atau petugas berisiko tinggi kehilangan nyawa dan melebihi opsi kekuatan lain yang tersedia untuk SFPD. Memberi robot kemampuan untuk membunuh dikatakan akan membantu petugas dengan "dukungan darat dan kesadaran situasional".

SFPD mengeluarkan ungkapan itu dan mengulanginya menjadi pernyataan yang membenarkan adanya kekuatan mematikan dalam menghadapi bahaya dan kurangnya pilihan lain itu. Versi dokumen draf tersebut telah disetujui oleh dewan komite peraturan pengawas, menunggu keputusan dewan penuh pada 29 November mendatang.

Sementara itu, juru bicara SFPD mengatakan kepada The Verge bahwa saat ini belum memiliki rencana khusus apa pun mengenai penggunaan kekuatan mematikan pada robot, mereka menganggap keadaan yang akan membutuhkan kekuatan seperti itu sebagai kejadian "langka dan luar biasa”.

Reporter Magang: Dinda Khansa Berlian

[faz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Robot
  3. Viral Hari Ini
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini