Kaspersky temukan malware KopiLuwak makin berbahaya

Selasa, 23 Oktober 2018 16:06 Reporter : Fauzan Jamaludin
Kaspersky temukan malware KopiLuwak makin berbahaya Ilustrasi Hacker. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pada tahun 2016, Kaspersky menemukan malware baru bernama KopiLuwak. Cara kerjanya cukup unik. Mereka mengirimkan dokumen yang berisi malware dengan macro yang diaktifkan dan menggunakan malware Javascript baru yang disamarkan. Ketika berhasil menyusup, mereka berubah menjadi ‘makhluk’ pengintai sistem dan jaringan.

Pelan tapi pasti, malware ini semakin berevolusi. Hal ini disebabkan oleh Turla. Turla adalah

salah satu pelaku kejahatan siber tertua. Mereka terus bertahan dan secara berkelanjutan melakukan inovasi ancaman dan pendekatan baru. Termasuk dengan cara menunggangi malware KopiLuwak.

"Penelitian kami khususnya terhadap kelompok ini selama 2018 menunjukkan bahwa Turla terus berkembang dan bereksperimen. Penelitian kami menunjukkan pengembangan dan penerapan kode Turla terus berlanjut, sehingga organisasi yang berpotensial dijadikan sebagai target perlu bersiap," jelas Kurt Baumgartner, peneliti keamanan utama di tim GReAT Kaspersky Lab dalam siaran persnya, Selasa (23/10).

Dilanjutkannya, varian malware lainnya yang dilancarkan oleh Turla yaitu Carbon dan Mosquito berhasil ditemukan oleh para peneliti selama 2018. Para peneliti memberikan bukti lebih lanjut untuk mendukung hipotesis bahwa Turla memanfaatkan jaringan Wi-Fi untuk mengirimkan malware Mosquito kepada target.

Peneliti Kaspersky Lab juga menemukan modifikasi lebih lanjut dari Carbon yang merupakan aksi cyberespionage. Malware ini ditanamkan di target yang terpilih dengan kepentingan tertentu, dengan kemungkinan akan terjadi modifikasi kode dan berlanjut pada tahun 2019. Target Turla di 2018 dengan malware ini termasuk Timur Tengah dan Afrika Utara, serta Eropa Barat dan Timur, Asia Tengah dan Selatan, dan Amerika. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Malware
  2. Hacker
  3. Aksi Hacker
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini