Jack Ma Bicara Soal Budaya Lembur di Perusahaan Teknologi Tiongkok

Senin, 15 April 2019 12:12 Reporter : Merdeka
Jack Ma Bicara Soal Budaya Lembur di Perusahaan Teknologi Tiongkok Jack Ma Alibaba. ©Reuters

Merdeka.com - Budaya lembur kerap dilakukan di perusahaan teknologi Tiongkok. Jack Ma, pendiri Group Alibaba mendukung budaya tersebut. Kata dia, budaya kerja lembur merupakan berkah besar bagi karyawan-karyawan yang masih muda.

Pembelaan Jack Ma ini diungkapkan setelah adanya perdebatan tentang waktu kerja yang seimbang dengan jam lembur yang diminta oleh beberapa perusahaan. Dalam pidatonya di depan para karyawan Alibaba, Jack Ma membela jadwal kerja "996". Angka tersebut mengacu pada kerja mulai jam 9 pagi dan berakhir di jam 9 malam, selama 6 hari kerja seminggu.

"Secara personal, saya berpendapat bisa bekerja 996 merupakan berkah besar," kata Jack Ma melalui unggahan akun WeChat perusahaan dikutip dari Liputan6.com, Senin (15/4).

Menurutnya, banyak perusahaan dan banyak orang tidak memiliki kesempatan untuk bekerja 996.

"Jika kamu tidak bekerja 996 saat masih muda, kapan lagi kamu akan bekerja 996?" katanya.

Masalah ini pun memicu perdebatan online dan protes pada beberapa platform coding. Di mana, para pekerja bertukar pikiran tentang permintaan lembur yang berlebihan di beberapa perusahaan.

Dia menyebut, dirinya bersama karyawan-karyawan pertamanya biasa bekerja dengan jam kerja yang panjang.

"Di dunia ini, semua orang ingin sukses, ingin kehidupan yang baik, ingin dihormati. Izinkan saya bertanya kepada semua orang, jika kamu tidak menghabiskan waktu dan energi (untuk bekerja) dibandingkan orang lain, bagaimana kamu bisa mencapai kesuksesan yang diinginkan," tanya Jack Ma.

Jack Ma merujuk pada industri teknologi saat ini, di mana sebagian orang tidak memiliki pekerjaan. Banyak yang bekerja di perusahaan untuk mencari pendapatan atau menghadapi penutupan kantor.

"Dibandingkan dengan mereka, hingga hari ini saya masih merasa beruntung. Saya tidak menyesal (bekerja 12 jam sehari). Saya tidak akan pernah mengubah bagian saya ini," tuturnya.

Sebelumnya, aktivis di Microsoft GitHub, sebuah penyimpanan kode online, meluncurkan proyek berjudul "996.ICU". Di dalamnya, para pekerja teknologi mendaftarkan Alibaba dalam daftar perusahaan yang memiliki kondisi kerja terburuk.

Kamis lalu, sebuah opini yang dipublikasikan di sebuah surat kabar pemerintah menyatakan, sistem kerja 996 melanggar hukum perburuhan Tiongkok. Hukum tersebut menetapkan, rata-rata jam kerja karyawan tidak boleh lebih dari 40 jam seminggu.

"Menciptakan budaya perusahaan yang mendorong lembur tidak hanya tidak membantu daya saing inti bisnis, tetapi juga menghambat dan merusak kemampuan perusahaan untuk berinovasi," kata penulis dalam media People Daily.

Reporter: Agustin Setyo Wardani [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Jack Ma
  2. Alibaba
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini