Investor Saat Ini Lebih Tertarik Investasi di Startup Unicorn

Rabu, 30 November 2022 18:41 Reporter : Fauzan Jamaludin
Investor Saat Ini Lebih Tertarik Investasi di Startup Unicorn Ilustrasi startup. © CBC

Merdeka.com - Di tengah PHK karyawan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi salah satunya di Indonesia, perusahaan rintisan digital ternyata masih seksi di mata investor.

Ketua Umum Indonesia Fintech Society (IFSoC), Rudiantara mengatakan minat investor untuk melakukan investasi di startup Indonesia masih tinggi. Hal itu berdasarkan dari pengalamannya membawa investor bertemu dengan perusahaan rintisan digital di negeri ini.

"Tetapi tidak semua startup ya. Saya bikin klasifikasi yang kebetulan saya tangani adalah unicorn to be. Justru minat dari venture capital masih tinggi. Bahkan mereka sudah cukup advance nanyanya, web 3 ada gak? Karena mereka ingin startup yang nantinya diinvestasi mau masuk ke sana," ungkap dia saat diskusi virtual di acara HUT IndoTelko ke 11, Rabu (30/11).

Namun berbeda dengan startup yang masih ‘skala kecil’. Maksudnya adalah perusahaan rintisan digital yang investasinya masih tahap awal atau bahkan bootstrapping. Bootstrapping adalah pembiayaan usaha yang dilakukan secara mandiri oleh pemilik startup.

"Tapi kalau startup yang masih bootstrapping atau pre seri, ini memang kelepekan. Mereka yang besar, masih oke. Investor masih mau top up ke sana,” kata dia.

Di sisi lain, Nailul Huda, Analis INDEF mengatakan, saat ini suku bunga acuan di Indonesia sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari 3,5 menjadi 5,25 persen. Kenaikan itu berdampak terhadap biaya investasi semakin mahal. Ketika ini terjadi, maka investor agak malas untuk menaruh uangnya di beberapa perusahaan termasuk di bidang digital.

"Jadi kalau kita lihat, investasi itu menurun kemudian yang terjadi selanjutnya adalah PHK. Ini menjawab kenapa startup digital kita banyak yang layoffatau PHK," kata Huda.

Terlebih, lanjut Huda, pada tahun 2021, investasi digital di Indonesia mencapai Rp 144 triliun. Pada tahun itu, banyak startup yang mendapat investasi. Salah satunya di sektor pendidikan.

"Namun saat 2022 ketika cost of fund naik, yang terjadi penurunan investasi. Investasi di startup digital turun Rp 53,58 triliun per November 2022. Penurunannya mencapai 50 persen lebih. Maka, ketika startup masih mengandalkan pendanaan, cashflow mereka akan terancam," jelas dia.

[faz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini