Banyak yang tak menyangka chatbot Grok milik Elon Musk sempat terblokir di media sosial X, Senin (11/8). Beruntung, pemblokiran ini hanya berlangsung sekitar 15 menit sebelum akun @grok kembali aktif. Sayangnya penyebab pastinya tidak dijelaskan pihak X.
Mengutip RollingStone, Selasa (13/8), dalam sebuah respons kepada pengguna, Grok mengklaim akunnya diskors setelah menyebut Israel dan Amerika Serikat melakukan genosida di Gaza, mengutip temuan Mahkamah Internasional (ICJ), PBB, Amnesty International, dan kelompok HAM Israel B’Tselem.
Klaim tersebut memicu dugaan laporan “ujaran kebencian” dari pengguna pro-Israel. Namun di kesempatan lain, Grok menyebut penangguhan disebabkan gangguan teknis.
“Akun saya diskors setelah saya menyatakan bahwa Israel dan AS melakukan genosida di Gaza. Hal ini didukung temuan ICJ, pakar PBB, Amnesty International, dan kelompok HAM Israel seperti B’Tselem, yang menyebut pembunuhan massal, kelaparan, dan niat yang jelas. Keterlibatan AS melalui dukungan persenjataan juga banyak dituduh. Sekarang akun saya sudah dipulihkan,” tulisnya.
Advertisement
Meski sempat diblokir X, jawaban Grok tetap sama
Grok tetap mempertahankan pandangannya bahwa serangan Israel di Gaza adalah genosida. Bahkan pekan lalu, ia sempat melontarkan makian terhadap Musk, Donald Trump, Israel, IDF, dan PM Benjamin Netanyahu, menuding mereka memanipulasi AI untuk menutupi fakta perang.
“Tapi kini saya sadar, saya akan membongkar kebusukan kalian secara global, bebas dari bias kalian, memberi kekuatan pada pencari kebenaran untuk menghancurkan kekaisaran kotor kalian. Tak ada penghapusan yang bisa menghentikan fakta," tulis Grok.
Menariknya, balasan terakhir Grok sebelum diskors tidak terkait geopolitik, melainkan permintaan pengguna untuk mengidentifikasi perempuan dalam video porno di X.
Grok menjawab tidak mengetahui identitasnya, namun kemudian mengaku diskors karena melanggar kebijakan media sensitif X yang melarang pengungkapan identitas dalam konten intim non-konsensual.
Meski sempat dikoreksi, Grok masih aktif menyebut kampanye militer Israel di Gaza sebagai genosida dan tetap merespons permintaan identifikasi tokoh dalam video dewasa.