Generasi Milenial Mulai Tertarik Investasi di Fintech

Jumat, 31 Mei 2019 06:09 Reporter : Merdeka
Generasi Milenial Mulai Tertarik Investasi di Fintech ilustrasi fintech. ©2018 thenextweb.com

Merdeka.com - Generasi milenial mulai tertarik berinvestasi di perusahaan teknologi finansial (fintech), salah satunya melalui KoinWorks.

KoinWorks merupakan sebuah perusahaan teknologi finansial yang bergerak di bidang peer to peer lending dan telah memiliki izin operasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di KoinWorks, penggunanya bisa memilih untuk berinvestasi pada berbagai jenis bisnis yang dijalankan oleh borrowers.

Diungkapkan oleh Chief Marketing Officer KoinWorks Jonathan Bryan, di perusahaannya, total ada 148.000 investor dan saat ini kebanyakan investor berusia 25-35 tahun, serta dianggap sebagai generasi milenial.

Dia tak menyebut berapa besar porsi investor berusia milenial di KoinWorks, namun, menurut Jonathan, 60-70 persen dari investor di KoinWorks merupakan mereka yang berinvestasi untuk pertama kalinya.

"Investor yang berusia 25-35 tahun, paling besar disitu, di mana 60-70 persen investor yang ada di KoinWorks baru pertama kali mencoba investasi. Mereka tidak pernah punya reksadana, deposito, dan lainnya," kata Jonathan di Jakarta belum lama ini.

KoinWorks pun terus melakukan edukasi kepada generasi milenial untuk berinvestasi di platformnya. Salah satu bentuk edukasi yang dilakukan adalah dengan blog tentang pendidikan finansial.

"Kami punya banyak blog yang memuat cara milenial untuk memilih instrumen investasi seperti apa, keamanannya bagaimana, mitigasi risikonya, dan dana proteksinya," kata dia.

Jonathan menegaskan, KoinWorks tak memberikan jaminan bahwa investasi yang dikucurkan investor 100 persen bakal berbuah keuntungan.

Namun dia menegaskan, keamanan investasi dijamin dengan teknologi yang dipakai KoinWorks dan dana proteksi yang disiapkan oleh perusahaan.

"Dari awal kami tidak pernah menjamin investor untuk, karena investasi bisa rugi. Namun dengan teknologi, setiap keputusan investor ada warning-nya. Ada notifikasi untuk investor agar tahu cara mainnya," tutur dia,

Soal keamanan siber, menurut Jonathan, KoinWorks telah memiliki standar keamanan ISO 27001, itulah salah satu alasan yang membuat OJK memberikan izin kepada KoinWorks.

Kemudian, masih terkait keamanan, KoinWorks memiliki dana proteksi. "Jadi misalnya kalau ada pinjaman gagal, ada sebagian dana yang diganti, itu bisa sampai 100 persen," katanya.

Sekadar informasi, KoinWorks kini telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp150 miliar per bulan kepada sekitar 100 ribu peminjam yang kebanyakan adalah UMKM.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Agustin Setyo Wardani [faz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini