Di Daerah ini, Teknologi 5G Ditentang Karena Alasan Kesehatan

Kamis, 14 Maret 2019 19:00 Reporter : Indra Cahya
Di Daerah ini, Teknologi 5G Ditentang Karena Alasan Kesehatan Fakta tentang jaringan 5G. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kota di Amerika Serikat bernama Portland di negara bagian Oregon, sedang menggelar pemungutan suara terkait menentang atau mendukung jaringan nirkabel 5G di kota tersebut.

Melansir Android Authority, sebuah proposal disetujui oleh walikotanya yakni Ted Wheeler yang berisi tentang bahaya jaringan 5G. Dianggap, jaringan dengan kecepatan tinggi tersebut memicu "kondisi kesehatan yang buruk seperti kanker."

Proposal ini tidak terlalu berdasar latar belakang bukti ilmiah yang benar-benar membuktikan kalau jaringan 5G berbahaya. Alih-alih korban yang jatuh.

Sebaliknya, proposal ini mengutip sebuah studi oleh National Toxicology Program, yang merupakan divisi dari kementerian Kesehatan di AS. Namun penelitian ini telah banyak dibantah ilmuwan dan justru lebih banyak dijadikan sumber para pembuat teorik konspirasi.

Kelemahan penelitian ini adalah digantinya obyek dengan tikus yang merupakan pengganti yang buruk untuk manusia dalam konteks paparan gelombang mikro. Serta tidak benar-benar digunakannya sinyal setara 5G.

Sebelumnya kami telah membahas di artikel "Deretan Plus Minus Soal Konektivitas 5G", bahwa pita frekuensi yang dilelang di Indonesia, menurut Ditjen SDPPI Kemkominfo Denny Setiawan yakni 3,5GHz, 26GHZ, dan 28GHz.

Nah, dalam frekuensi tersebut terdapat gelombang milimeter yang jika jumlahnya banyak bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun, frekuensi sebesar 30Hz tak akan membawa gelombang yang akan membahayakan manusia. Sinar inframerah yang mengikuti di gelombang tersebut pun tidak berbahaya.

Jika frekuensi ini tidak melampaui ambang batas (300Hz), maka gelombang milimeter serta inframerah yang mengikutinya tak akan cukup kuat untuk melukai kita. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Telco
  2. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini