Belanja Lewat Medsos Makin Digandrungi, Bagaimana Market Place?

Jumat, 23 September 2022 18:54 Reporter : Merdeka
Belanja Lewat Medsos Makin Digandrungi, Bagaimana Market Place? e-commerce. © mytotalretail.com

Merdeka.com - Berdasarkan survei yang dilakukan Populix, sebanyak 86 persen masyarakat Indonesia pernah berbelanja melalui platform media sosial. Tren ini, kata Timothy Astandu, Co-Founder dan CEO Populix, ramai ketika pandemi Covid-19 ini.

Pandemi ini juga turut mendorong kemunculan platform-platform jual beli berbasis interaksi sosial sebagai alternatif pilihan medium berbelanja bagi masyarakat.

Lalu, apakah pangsa pasar market place bakal tergerus? Menurut Timothy, baik social commerce maupun marketplace merupakan platform yang memfasilitasi konsumen untuk melakukan transaksi online.

"Secara pangsa pasar, marketplace dan social commerce memiliki pangsa pasar yang berbeda dan memberikan opsi sesuai kebutuhan masing-masing pasar," kata dia kepada Merdeka.com, Jumat (23/9).

Social commerce memungkinkan konsumen untuk berbelanja secara langsung melalui sosial media seperti TikTok, WhatsApp, Facebook, Instagram, dan sebagainya. Sedangkan, transaksi melalui marketplace memfasilitasi semua orang dalam berbelanja secara online dengan banyaknya pilihan produk dan penjual.

Meski begitu, untuk mempertahankan pasarnya, marketplace harus beradaptasi dengan perubahan baru seperti memperhatikan tren dan perubahan gaya hidup masyarakat untuk terus memenuhi kebutuhan.

"Melahirkan inovasi baru untuk meningkatkan fitur dan layanan yang diberikan serta menjaga interaksi dengan pelanggan dan terus meningkatkan kualitas layanan dan produk serta memberikan rasa aman bagi pelanggan yang berbelanja di marketplace," jelas dia.

Social commerce dan marketplace memiliki perbedaan layanan yang ditawarkan, keuntungan, serta manfaat yang berbeda yang diperuntukkan untuk masing-masing pasar tersebut.

"Sebagai contoh, riset kami menunjukkan bahwa pelanggan cenderung berbelanja kategori produk fashion, kecantikan, dan makanan melalui media sosial. Hal ini tentunya tidak dapat dilepaskan dari algoritma media sosial masing-masing pelanggan yang menyuguhkan mereka dengan berbagai konten interactive terkait produk-produk yang mungkin akan mereka sukai. Sementara itu, untuk produk-produk seperti perkakas rumah atau perlengkapan berkebun akan lebih beragam jika dicari melalui marketplace," terang dia.

[faz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini