Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aktivitas mengintip account Facebook mantan pasangan, berbahaya

Aktivitas mengintip account Facebook mantan pasangan, berbahaya Facebook (© Thenextweb.com)

Merdeka.com - Sebuah hasil penelitian yang sangat mengejutkan menyatakan bahwa hampir separuh dari pengguna Facebook di dunia akan mengalami gangguan psikologis karena sering memata-matai mantan kekasih atau pasangannya.

Dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa dua hal utama seseorang menggunakan Facebook adalah untuk mendapatkan teman atau tetap terhubung dengan teman-teman mereka dan untuk mengintip aktivitas atau keseharian mantan pasangannya.

Peneliti mengemukakan bahwa kisah percintaan memang tidak selamanya mulus dan hal tersebut dipadukan dengan jumlah pengguna Facebook yang miliaran jumlahnya. Mereka menambahkan, tidak semua pengguna Facebook mempunyai kisah romantika yang baik, akan tetapi banyak juga yang memiliki kisah cinta yang tidak sebegitu bagus.

Seperti yang dilansir Telegraph (20/09), menurut seorang psikolog bernama Dr Tara Marshall, pada zaman dahulu aktivitas memata-matai dan selalu mencari tahu apa yang dilakukan mantan pasangan mereka adalah suatu hal yang kerap terjadi. Di zaman sebelum terciptanya Facebook, banyak orang yang mencari informasi dari teman atau keluarga sang mantan.

Tidak hanya itu saja, mayoritas juga menggunakan berbagai macam cara agar mereka mengetahui segala informasi seputar mantannya tersebut. Namun, setelah munculnya jejaring sosial seperti Facebook, maka aktivitas memata-matai menjadi sangat mudah.

Dikarenakan kegiatan mengintip tersebut dan akhirnya mengetahui bahwa pasangan mereka telah menjalin hubungan dengan orang lain serta bahagia, maka sisi emosi dan psikisnya menjadi terganggu.

Dalam penelitiannya, Marshall menggunakan 464 sukarelawan. Dari hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa dengan mengetahui keseharian mantan maka usaha untuk menyembuhkan luka hati menjadi sedikit susah. Hal tersebut juga cenderung membuat orang akan lebih mudah stres.

"Seseorang yang menggunakan account khusus atau account mereka pribadi dengan tujuan untuk memata-matai pasangannya akan menjadikan proses penyembuhan luka hati semakin sulit. Hal tersebut melahirkan stres tinggi karena munculnya perasaan negatif, ketidakmampuan untuk mengembangkan personalitasnya, terus berharap untuk dapat bersama lagi dengan mantannya dan kebutuhan seksual," ungkap Marshall.

Peneliti lain bernama Dr Brenda Wiederhold, Editor dari Cyberpsychology, Behaviour and Social Networking juga mengemukakan bahwa aktivitas tersebut adalah refleksi antara kehidupan virtual dengan kehidupan nyata. Pertanyaannya adalah apakah Anda juga termasuk orang yang masih sering melakukan aktivitas intip-mengintip seperti ini? (mdk/das)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP