4 Alasan mengapa kamera asli jauh lebih baik dari kamera smartphone

Rabu, 22 November 2017 00:01 Reporter : Indra Cahya
4 Alasan mengapa kamera asli jauh lebih baik dari kamera smartphone Alasan mengapa kamera asli lebih baik dari smartphone. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Setiap tahunnya kini, Apple, Samsung, serta Google merilis smartphone flagshipnya. Kesemuanya bagus dan papan atas, dan salah satu keunggulannya adalah kamera. Bahkan, dari tahun ke tahun, kualitas kamera di smartphone khususnya flagship makin melonjak naik.

Bahkan kini masyarakat papan atas lebih memilih untuk mencari kamera dengan kualitas terbaik di smartphone ketimbang kamera 'beneran' seperti DSLR atau mirrorless.

Dari segi kepraktisan dan efektivitas, memang kamera smartphone sulit diadu dengan kamera asli. Kamera smartphone jelas lebih tingan dan lebih kecil sehingga mudah untuk dipergunakan untuk sesi foto ataupun video, bahkan hingga tingkatan pro.

Namun apakah kamera smartphone bisa sampai pada tingkatan di mana ia akan kalahkan kamera asli? Jawabannya tidak. Ini 4 alasannya.

1 dari 4 halaman

Ukuran sensor

rev1Alasan mengapa kamera asli lebih baik dari smartphone. ©2017 Merdeka.com

Perbedaan terbesar antara DSLR dan smartphone adalah ukuran sensor. Tentu di smartphone kita tak akan bisa menemui ukuran sensor yang besar karena ukuran smartphone memang kecil.

Hal ini jadi sangat penting karena sensor adalah basis teknologi kinerja kamera. Sensor ini memiliki tugas untuk menangkap cahaya yang masuk melalui lensa. Jadi, makin besar sensornya, makin banyak cahaya masuk. Makin banyak juga cahaya yang masuk, makin mendetil dan bagus foto Anda.

Sebagai perbandingan, Pixel 2 yang digadang-gadang sebagai kamera smartphone terbaik saat ini, memiliki sensor 1/2,6 inci atau 5,5x 4,1 milimeter. Kamera SLR atau mirrorless standar biasanya mengusung sensor APS-C dengan ukuran 23,6 x 15,6 milimeter. Sangat jauh dan bahkan tak ada seperempatnya.

2 dari 4 halaman

Megapiksel tak sepenting itu

sepenting itu rev1Alasan mengapa kamera asli lebih baik dari smartphone. ©2017 Merdeka.com

Megapiksel kamera di smartphone cukup jadi nilai jual yang menarik bagi konsumen. Smartphone seperti Oppo serta Vivo bahkan menaruk angka megapiksel tinggi di kamera depan perangkat mereka.

Oppo dan Vivo bukan yang pertama. Dulu, ada Nokia 808 PureView pernah mengusung kamera dengan resolusi 41 MP.

Namun semua itu sebenarnya percuma, pasalnya kembali ke poin pertama daftar ini, sensornya tetap saja kecil. Kamera DSLR dengan tipe paling standar biasanya mengusung 24MP, namun akan menghasilkan gambar yang tentu lebih bagus, karena sensor berukuran besar yang diusung.

Terlebih lagi, angak megapiksel sudah dikenal sebagai mitos yang tak patut dipercaya. Justru, menjejalkan megapiksel ke sensor yang kecil justru membuat gambar jadi berkurang kualitasnya, karena seharusnya ukuran sensor dan julah pixel seimbang. Hal ini dijaga agar piksel lebih besar dan bisa menangkap lebih banyak cahaya.

3 dari 4 halaman

Prosesor kamera

rev1Alasan mengapa kamera asli lebih baik dari smartphone. ©2017 Merdeka.com

Di permainan fotografi digital, tugas sensor adalah untuk menangkap cahaya, dan mengubah semua warna tersebut menjadi sinyal elektronik. Dari sini, merupakan tugas prosesor gambar untuk menerima berbagai warna dari 'lukisan' cahaya yang ditangkap sensor, dan membangunnya jadi sebuah foto.

Prosesor gambar ini adalah otak dari kamera. Ada banyak info yang harus dijadikan satu layaknya teka-teki, seperti meter cahaya agar tak terlalu gelap atau terang, pewarnaan foto sealami mungkin, dan banyak lainnya. Jika foto yang dihasilkan sebuah kamera, baik smartphone ataupun kamera asli, nampak alami, itu adalah andil prosesor.

Tak cuma itu, prosesor adalah yang bertugas menghilangkan noise jika sebuah foto kekurangan cahaya.

Masalah utama dari kamera smartphone adalah prosesor gambarnya 'nebeng' prosesor smartphone. Tentu ada terlalu banyak sirkuit yang rumit dalam satu prosesor kecil tersebut. Belum lagi, dibagi dengan tugas smartphone lain seperti multitasking. Itulah mengapa kamera asli pasti lebih baik, karena prosesor kamera didedikasikan hanya untuk memproses gambar.

Bahkan prosesor gambar ini juga jadi nilai jual sebuah kamera. Seperti Sony dengan prosesor Bionz, Canon dengan Digic, serta Nikon dengan Expeed.

Meski demikian, smartphone seperti iPhone 8 dan iPhone X dengan A11 Bionic yang diusungnya, juga mendedikasikan prosesornya untuk lebih baik dalam memproses gambar, bahkan membasiskan prosesornya dengan teknologi AI.

4 dari 4 halaman

Kecepatan shutter, lensa dan berbagai moda yang tak bisa dipakai smartphone

lensa dan berbagai moda yang tak bisa dipakai smartphone rev1Alasan mengapa kamera asli lebih baik dari smartphone. ©2017 Merdeka.com

Lepas dari ukuran sensor dan prosesor gambar, smartphone tak bisa menyamai kamera asli di beberapa aspek lain. Pertama, lensa. Lensa di DSLR jauh lebih baik, lebih banyak pilihan dan bisa digonta-ganti. Di smartphone, hal ini 'diakali' dengan menggunakan dual kamera.

Shutter speed juga bisa kita atur di DSLR, sehingga kita lebih tahu mana yang pas. Sementara di smartphone, shutter speed tak bisa kita atur. Biasanya, di smartphone flagship, kita dapat pengaturan manual yang hanya bisa mengatur exposure atau kecerahan.

Di smartphone, kita tak bisa mendapatkan gambar seperti yang ada di atas, yang diambil dengan kecepatan shutter rendah. Di smartphone, shutter speed selalu otomatis.

Terlepas dari semua itu, meski kita tak tahu, sebenarnya teknologi kamera juga makin maju, dan kamera makin canggih dan hasilkan foto yang sangat bagus. Meski demikian, smartphone sendiri mulai berikan kemajuan soal fotografi. Mulai dari sensor di iPhone 8 dan iPhone X yang jauh lebih besar dari smartphone kebanyakan, serta Pixel 2 yang dalam skor DxOMark kalahkan banyak kamera asli. [idc]

Baca juga:
Inikah wujud Samsung Galaxy S9 nanti?
Samsung Galaxy S9 bakal punya sistem keamanan yang lebih baik dari iPhone X?
Vivo resmi rilis V7 harga Rp 3,7 juta
iPhone X tersandung masalah layar bergaris hijau, tak sedap dipandang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini