Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Uniknya Air Serbat, Minuman Tradisional Kabupaten Lingga yang Sudah Populer Sejak Zaman Khalifah

<b>Uniknya Air Serbat, Minuman Tradisional Kabupaten Lingga yang Sudah Populer Sejak Zaman Khalifah</b><br>

Uniknya Air Serbat, Minuman Tradisional Kabupaten Lingga yang Sudah Populer Sejak Zaman Khalifah

Kabupaten Lingga memiliki minuman khas legendaris yang dipengaruhi budaya masyarakat muslim dari Timur Tengah.

Pengaruh budaya Islam di Nusantara bukan hanya sekedar menyebarkan ajaran dan perintah Allah dan Nabi Muhammad saja. Namun, kedatangan mereka pun juga memengaruhi budaya salah satunya dari minuman khas.

Kabupaten Lingga memiliki satu minuman khas yang lahir dari pengaruh budaya orang-orang Islam Timur Tengah yang bernama Air Serbat. Mengutip dari kanal Liputan6.com, minuman ini diperkirakan sudah ada sejak Kekhalifahan Abbasiyah.

(Foto: Pixabay)

Selain sudah hadir dari zaman Kekhalifahan Abbasiyah, minuman Air Serbat juga menjadi bagian dari minuman Khalifah. Tepat pada zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid, mereka sudah mengonsumsi makanan persia yang rumit, mulai dari ayam panggang berisi kacang dan susu serta menikmati minuman lembut seperti serbat cair.

Seperti apa minuman Air Serbat khas Kabupaten Lingga tersebut? Simak informasi selengkapnya yang dirangkum merdeka.com berikut ini.

Awal Mula Datangnya Air Serbat

Pada zaman Kerajaan Turki sempat terkenal sebuah minuman yang disebut dengan serbat, bahan-bahannya pun berasal dari buah-buahan. Minuman ini seiring berjalan waktu terus menyebar hingga ke luar wilayah Turki dan sudah membudaya.

Air Serbat ini pada akhirnya sudah menjadi minuman budaya orang Islam yang kemudian dibawalah ke daerah bagian Timur khususnya Melayu. Mulainya orang-orang Melayu meneguk minuman Air Serbat ini ketika umat muslim mulai memasuki wilayah Melayu.

Budaya minum Air Serbat ini dimulai oleh orang-orang Bandar perdagangan Malaka. Beberapa titik di Melayu menjadi tempat pusat perdagangan internasional dari berbagai negara termasuk Turki dan juga Timur Tengah.

Keturunan Orang Arab

Dalam Kerajaan Lingga-Riau banyak sekali penduduk yang masih memiliki garis keturunan orang Arab. Mereka juga cukup berpengaruh besar dalam perkembangan budaya dan tradisi di wilayah tersebut.

Sudah menjadi budaya dari Timur Tengah, meminum segelas Air Serbat ini rupanya juga masih dilakukan oleh orang-orang keturunan Arab tadi. Maka dari itu setiap keturunannya di wilayah Melayu masih melanjutkan budaya tersebut.

Minuman Khas Orang Melayu

Seiring berjalannya waktu, Air Serbat pun menjadi bagian dari minuman khas orang-orang Melayu khususnya di Kabupaten Lingga. Air Serbat khas Melayu ini menggunakan bahan dasar rempah-rempah asli dan juga produk hewani.

Bagi masyarakat Lingga, Air Serbat ini biasa disajikan untuk para tamu dan jamuan adat istiadat. Namun, tak sedikit juga masyarakat Lingga yang mengonsumsi Air Serbat untuk kebutuhan sehari-hari.

Untuk bahannya, produk hewani yang bergizi itu berupa kuning telur dan susu. Selain itu, ditambah dengan rempah-rempah yang menyehatkan seperti jahe, kayu manis, serta cengkeh.

Sambut Ramadan dengan
Sambut Ramadan dengan "Perang Air", Ini Makna di Balik Tradisi Gebyuran Bustaman di Semarang

Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1743 dan diwariskan secara turun-temurun.

Baca Selengkapnya
Mencicipi Burayot, Kudapan Tradisional Khas Garut yang Terbuat dari Tepung Beras
Mencicipi Burayot, Kudapan Tradisional Khas Garut yang Terbuat dari Tepung Beras

Makanan ringan khas Jawa Barat ini sudah hadir sejak zaman dahulu yang ditemukan dengan tidak sengaja oleh orang Sunda.

Baca Selengkapnya
Mengenal Balimau Kasai, Tradisi Bersuci Sambut Hari Ramadan Khas Masyarakat Kampar Riau
Mengenal Balimau Kasai, Tradisi Bersuci Sambut Hari Ramadan Khas Masyarakat Kampar Riau

Dalam menyambut bulan Ramadan, setiap daerah memiliki tradisinya masing-masing yang unik dan penuh makna.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mengenal Maapam, Tradisi Memasak Apam Khas Pasaman Barat Sambut Bulan Ramadan
Mengenal Maapam, Tradisi Memasak Apam Khas Pasaman Barat Sambut Bulan Ramadan

Dalam menyambut bulan penuh berkah, masyarakat Pasaman Barat memiliki salah satu tradisi unik yang sudah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Selengkapnya
Mencicipi Intip Ketan, Kuliner Khas Kudus yang Hanya Muncul pada Bulan Ramadan Konon Sudah Ada Sejak Zaman Wali Songo
Mencicipi Intip Ketan, Kuliner Khas Kudus yang Hanya Muncul pada Bulan Ramadan Konon Sudah Ada Sejak Zaman Wali Songo

Di Kudus, penjual intip ketan sudah jarang ditemui. Bisa dibilang makanan tradisional ini kini sangat langka.

Baca Selengkapnya
Lezatnya Kue Muso, Kudapan Tradisional Jambi yang Selalu Diburu saat Bulan Ramadan Tiba
Lezatnya Kue Muso, Kudapan Tradisional Jambi yang Selalu Diburu saat Bulan Ramadan Tiba

Jajanan khas Kota Jambi ini pastinya tidak pernah luput dari peminatnya terutama saat Bulan Ramadan tiba sebagai menu takjil untuk berbuka puasa.

Baca Selengkapnya
Mengenal Ngalungsur Geni, Tradisi Pembersihan Benda Pusaka di Kabupaten Garut
Mengenal Ngalungsur Geni, Tradisi Pembersihan Benda Pusaka di Kabupaten Garut

Ngalungsur Geni, tradisi turun-temurun pembersihan benda pusaka di Kabupaten Garut.

Baca Selengkapnya
Mengenal Babangkongan, Tradisi Memanggil Hujan Ala Masyarakat Majalengka yang Terinspirasi dari Katak
Mengenal Babangkongan, Tradisi Memanggil Hujan Ala Masyarakat Majalengka yang Terinspirasi dari Katak

Tradisi ini jadi salah satu pesta adat masyarakat Sunda yang unik untuk meminta hujan

Baca Selengkapnya
Hasilkan Empat Nada, Begini Uniknya Tradisi Menumbuk Padi oleh Ibu-ibu di Kampung Urug Bogor
Hasilkan Empat Nada, Begini Uniknya Tradisi Menumbuk Padi oleh Ibu-ibu di Kampung Urug Bogor

Tradisi menumbuk padi di Kampung Adat Urug benar-benar unik

Baca Selengkapnya