Unik dan Nyentrik, Ini Deretan Ragam Becak Motor Khas Sumut
Merdeka.com - Jalan-jalan ke Sumatra Utara (Sumut), sempatkanlah untuk berkeliling kota menggunakan transportasi khasnya yang unik, yaitu becak.
Bagi sebagian orang, becak motor (bentor) di Kota Medan memang sudah tak asing lagi. Tapi ternyata, tak hanya di Kota Medan saja, daerah lain di Sumut juga punya becak khasnya yang jadi ikon kota, yakni di Pematangsiantar dan Padang Sidempuan.
Pematangsiantar punya becak khas yang sering disebut BSA atau Becak Siantar Asli, sementara Padang Sidempuan punya Becak Vespa yang tak ditemui di daerah lain.
Becak-becak khas ini bisa dikatakan sebagai ikon di daerahnya masing-masing, bahkan menjadi ikon di Sumut dan termasuk salah satu daya tarik wisata di Sumut.
Melansir dari unggahan akun Instagram @infosumutku pada Sabtu (15/1), simak ulasannya berikut ini.
BSA (Becak Siantar Asli)

becaksiantar.com ©2020 Merdeka.com
Becak ini merupakan ikon dari kota Pematangsiantar yang dikenal dengan keunikan motornya yaitu motor BSA atau Birmingham Small Arms. Motor ini diproduksi tahun 1861 di Inggris. Motor BSA yang digunakan bertipe M20 dengan kapasitas 500 CC. Istilah lain dari BSA ialah Becak Siantar Asli.
Pada tahun 1950-an, banyak motor BSA yang tak terpakai dan terbengkalai begitu saja di sudut-sudut Kota Pematangsiantar. Motor ini dibawa langsung oleh pemerintah Belanda untuk pasukannya. Warga sekitar kemudian memanfaatkannya sebagai mesin penarik becak.
Awalnya, hanya ada sekitar 20 hingga 30 orang penarik becak ini. Beberapa di antaranya adalah veteran pejuang kemerdekaan. Mulai saat itulah motor ini menjadi moda transportasi khas yang diubah menjadi becak motor.
Becak Padang Sidempuan

quora.com ©2021 Merdeka.com
Becak di Padang Sidempuan awalnya menggunakan becak dayung pada tahun 1971. Pada tahun 1974 becak ini berganti menjadi becak berampit yaitu sepeda dengan mesin tempel, lalu di tahun 1978 mulai ada bentor Vespa berjenis sprint dan menjadi salah satu ikon kota ini.
Becak Vespa ini kemudian menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki Kota Padang Sidempuan. Selain menjadi alat transportasi bagi warga sekitar, tak jarang, para pengunjung yang datang ke kota itu menaikinya hanya sekadar ingin menikmati berkeliling kota.
Dari segi keamanan penumpang, becak vespa ini jauh lebih aman ketimbang becak mesin atau betor. Karena penumpang duduk di dalam kabin yang tertutup. Becak ini bisa mengangkut 2 orang penumpang, dan terkadang bisa mengangkut sampai dengan 6 orang.
Becak Medan

goodnewsfromindonesia.id ©2020 Merdeka.com
Becak di Medan sudah ada sejak tahun 60-an. Pertama kali bentuknya tidak seperti becak pada saat ini, kemudian tenaga penggerak becak meralih ke sepeda kumbang Gobel. Seiring berkembangnya teknologi, becak motor mulai bermunculan di Kota Medan. Motor pertama yang dipakai sejenis BSA Norton bermesin 350 CC-500 CC, Trumph, BMW dan Harley Davidson.
Tak hanya dari tenaga penggeraknya saja yang berbeda, becak Medan tidak seperti becak yang ada di Jawa juga terlihat pada tempat duduk penumpang. Jika becak di Jawa penumpangnya duduk di depan pengendara, becak motor Medan tempat duduk penumpangnya berada di samping pengendara.
Meski tidak terlalu besar, namun becak motor Medan ternyata bisa mengangkut lebih dari lima orang penumpang dalam sekali jalan. Becak ini juga biasa dimanfaatkan untuk membawa barang.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya