Self Efficacy adalah Keyakinan Diri Terhadap Kemampuan yang Dimiliki, Ini Lengkapnya
Merdeka.com - Setiap manusia di dunia memiliki self efficacy yang sedikit banyak berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak tiap individu. Self efficacy hadir tidak secara genetik, namun terbentuk akibat pengaruh lingkungan sekitar seperti keluarga dan juga teman.
Namun apakah self efficacy atau efikasi diri dan bagaimana cara meningkatkannya? Self efficacy adalah merupakan kepercayaan individu terhadap kemampuan mereka dalam melakukan suatu hal, menghasilkan sesuatu, mengorganisasi, mencapai tujuan mereka, dan juga mengimplementasikan tindakan guna mewujudkan keahlian tertentu.
Ada 3 tingkatan yang berbeda dalam self efficacy seseorang. Ada orang yang memiliki tingkat tinggi, ada yang seimbang, dan ada juga yang memiliki tingkat rendah. Pada praktiknya, self efficacy harus diiringi diiringi dengan rasionalitas agar diri tetap seimbang.
Ada beberapa ciri yang bisa dilihat untuk mengetahui apakah seseorang memiliki self efficacy yang seimbang. Berikut adalah ciri-ciri self efficacy yang tinggi:
Ciri-Ciri Self Efficacy Tinggi
Ada ciri-ciri self efficacy yang tinggi:
- Memiliki komitmen kuat terhadap minat dan kegiatan yang dilakukan
- Cepat bangkit dan kembali bersemangat dari putus asa maupun rasa kecewa
- Mampu mengembangkan minat agar dapat berpartisipasi di berbagai kegiatan
- Menganggap tantangan adalah hal yang harus dikuasai
- Lebih aktif dalam memilih peluang
- Mampu membaca situasi, mencegah hambatan dan mengatasinya
- Menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran
- Membatasi overthinking dan stress
- Dapat menyelesaikan masalah dengan kreatif
Sedangkan ciri-ciri seseorang yang memiliki self efficacy rendah adalah sebagai berikut.
- Selalu memikirkan kegagalan dan berfokus pada hal-hal negatif
- Cepat merasa minder
- Saat menemukan tugas yang cukup sulit, mereka cenderung merasa bahwa hal tersebut di luar kemampuannya atau justru cenderung menghindarinya
- Terlalu sering menghindari tantangan tertentu
- Kurang aktif, bahkan pasif
- Tingkat motivasi dan komitmen rendah
Jika disimpulkan dari ciri di atas, maka nilai efikasi diri ternyata mampu mempengaruhi tingkat produktivitas seseorang.
Peran Self Efficacy
Self efficacy berperan penting bagi tiap individu, hal ini dikarenakan kehadirannya mempengaruhi cara berpikir, bertingkah laku, merasakan, dan memotivasi dirinya sendiri. Berikut adalah peran self efficacy terhadap individu:
1. Membuat individu untuk menentukan kesiapannya dalam merencanakan apa yang harus dilakukan.
2. Sebagai daya tahan setiap individu ketika dihadapkan oleh berbagai kegagalan dan rintangan.
3. Membentuk pola pikir yang tidak mudah goyah oleh keadaan di sekitarnya.
4. Sebagai cerminan individu atas seberapa besar usaha dan upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuannya.
5. Individu akan menganggap keadaan yang dirasa tidak nyaman sebagai sebuah tantangan dan tidak perlu dihindari.
6. Dapat terhindar dari stress dan depresi.
7. Memiliki tujuan sesuai dengan kemampuan.
Cara Meningkatkan Self Efficacy di Tempat Kerja
Self efficacy bukanlah sesuatu yang diturunkan secara genetik dan permanen. Kondisinya bisa diubah apabila individu tersebut memiliki niat untuk meningkatkannya. Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan self efficacy di tempat kerja:
1. Mengobservasi Orang LainMengamati seseorang yang telah berhasil dalam menyelesaikan masalah bisa membantu untuk meningkatkan self efficacy. Karena ketika melihat orang lain berhasil serta memiliki performa yang bagus, maka secara tidak langsung bisa termotivasi untuk melakukan hal yang sama.
Namun jangan sampai membanding-bandingkan diri terlalu keras dengan orang lain. Ingat bahwa setiap individu memiliki kemampuannya di bidang masing-masing.
2. Mencari Teman yang KreatifBerteman dengan seseorang yang kreatif bisa meningkatkan self efficacy. Hal Ini dikarenakan orang yang kreatif cenderung memiliki ide baru yang menarik sepanjang waktu. Sering mengobrol untuk bertukar ide akan sangat berperan dalam peningkatan self efficacy.
3. Menemukan MentorKehadiran mentor yang lebih menguasai bidang pekerjaan akan sangat membantu dalam meningkatkan self efficacy. Dengan adanya mentor, individu bisa belajar mengenai banyak hal terkait hal yang sekiranya belum dipahami.
4. Mengapresiasi DiriSalah satu cara meningkatkan self efficacy adalah dengan memberi apresiasi diri ata apa-apa saja yang telah dilakukan. Individu bisa menuliskan bentuk-bentuk keberhasilan apa saja yang sudah diraih. Sehingga individu bisa semakin termotivasi untuk mencapai tujuan yang lebih banyak dan tinggi.
5. Menghindari Tekanan yang Tidak WajarAda saat-saat ketika seseorang sedang dalam suasana hati yang buruk atau sedang terjebak dalam situasi yang sulit. Penting untuk bisa mengenali apakah kesulitan-kesulitan tersebut mampu diatasi atau tidak.
Apabila situasi sulit itu sulit diatasi, maka tak ada masalahnya untuk meminta bantuan orang lain. Namun menghindari tekanan pekerjaan yang tidak wajar juga sah agar tidak menghancurkan diri sendiri.
6. Mengembangkan KeahlianLangkah terakhir yang dapat dilakukan supaya meningkatkan self efficacy adalah dengan mengembangkan kemampuan diri. Mengembangkan kemampuan diri akan membantu individu untuk melakukan pekerjaan dengan efektif dan efisien.
Ketika sedang melakukan suatu pekerjaan dan merasa kesulitan dalam menuntaskannya, itulah saat yang tepat untuk mengidentifikasi sumber masalah tersebut. Kemudian, dari sumber masalah tersebut bisa ditentukan apa saja yang perlu dipelajari atau kemampuan apa saja yang harus ditingkatkan lebih lanjut.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya