Resep Bumbu Coto Makassar yang Otentik dan Menggugah Selera
Merdeka.com - Coto Makassar yang memiliki nama lain coto mangkasara adalah makanan yang berasal Sulawesi Selatan. Namanya merujuk pada ibu kota provinsi yakni Kota Makassar.
Meski demikian, popularitas coto Makassar kini sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia termasuk pulau Jawa. Coto Makassar adalah makanan berkuah seperti soto namun menggunakan bahan isian (usus, babat, hati, dan sebagainya) serta potongan daging sapi.
Rasanya sendiri cukup berbeda dibandingkan soto lainnya karena sebelum dihidangkan dan disantap, coto Makassar diberi tambahan sambal tauco. Alhasil rasa yang dihasilkan menjadi sangat unik dan gurih. Umumnya coto Makassar dinikmati bersama buras yakni lontong nasi bersantan dengan bungkus daun pisang berbentuk pipih khas Sulawesi Selatan seperti yang dilansir dari encyclopedia.jakarta-tourism.go.id.
Berikut jika ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, resep bumbu coto Makassar yang otentik dan menggugah selera:
Sejarah Coto Makassar dan Bumbu 40 Rempahnya

©2020 Merdeka.com
Asal usul coto Makassar memiliki beragam versi yang diceritakan dari mulut ke mulut. Salah satunya yakni berasal dari Toak, seorang koki kerajaan Bajeng (sebuah kerajaan di perbatasan Kabupaten Takalar dan Gowa di Sulawesi Selatan) yang memasak daging kerbau tanpa jeroan setiap hari.
Suatu kali ia terinspirasi membuat sajian baru yang mengikutsertakan bahan-bahan jeroan seperti hati, limfa, usus, dan jeroan lainnya. Resep yang ia buat tak lepas dari pengaruh kedatangan pedagang asing asal Tiongkok. Tak hanya itu Toak juga tak tanggung-tanggung menggunakan 40 jenis rempah sebagai bumbunya yang disebut Ampah Patang Pulo.
Bumbu Ampah Patang Pulo di antaranya yaitu kemiri, cengkeh, pala, foeli, sereh, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, kacang ketumbar putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun bawang, daun seledri, daun perei, lombok merah, lombok hijau, gula talla, asam, kayu manis, dan garam; pepaya muda untuk melembutkan daging; kapur untuk membersihkan jeroan; cabe rawit dan cabe keriting untuk sambal tauco; daun seledri, daun bawang, jeruk nipis, bawang goreng, jeruk nipis, sambel tauco, serta ketupat sebagai pelengkap seperti yang dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id.
Ditambah pula, kuah masakan tersebut tidak terbuat dari santan, namun menggunakan air beras dan kacang. Yang membuat coto semakin lezat karena dimasak dalam wadah kuali tanah yang disebut korong butta atau uring butta.
Makanan yang diracik dengam bumbu yang kaya rempah ini pun kemudian dibagikan di rakyat miskin, pedagang asing serta prajurit kerajaan. Demikian salah satu cerita asal-usul coto makassar.
Resep Bumbu Coto Makassar

©2020 Merdeka.com
Berbeda dengan cerita rakyat asal usul coto Makassar. Resep bumbu coto Makassar kini lebih sederhana namun tetap menawarkan rasa yang unik karena kuah dan tambahan tauconya. Berikut resep bumbu coto Makassar yang bisa dicoba di rumah:
Bahan-Bahan
Bumbu Halus
Bahan-Bahan yang Disangrai
Bumbu Lain
Cara Membuat
1. Rebus daging dan jeron dengan air sampai mendidih. Buang airnya. Rebus kembali dengan air bekas cucian beras hingga mendidih.
2. Campur semua bahan bumbu halus. Haluskan dengan blender.
3. Ulek semua bahan bumbu yang sudah disangrai. Campurkan dengan bumbu halus. Lalu, tumis hingga matang.
4. Masukkan bumbu tumis ke air rebusan daging. Didihkan.
5. Masukkan kacang tanah dan tauco.
6. Tambahkan gula, garam, dan ladu. Masak sekitar 1 jam sampai daging empuk. Angkat dan sajikan.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya