Kemenkop UKM Dorong Kemandirian Petani Sawit Lewat Koperasi, Ini Tujuannya

Kementerian Koperasi dan Usaha Menengah Kecil (Kemenkop UKM) berupaya untuk mendorong kemandirian para petani di sektor industri sawit nasional melalui aktivitas di dalam koperasi.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Kemenkop UKM Dorong Kemandirian Petani Sawit Lewat Koperasi, Ini Tujuannya
Kelapa Sawit. Abdul Sani ©2022 Merdeka.com

Kementerian Koperasi dan Usaha Menengah Kecil (Kemenkop UKM) berupaya untuk mendorong kemandirian para petani di sektor industri sawit nasional melalui aktivitas di dalam koperasi.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, dengan mendorong kemandirian petani sawit melalui koperasi diharapkan ke depannya mereka tidak bergantung lagi kepada industri besar.

"Sehingga para petani sawit tidak bergantung kepada industri besar," ujarnya di Medan, Sumatra Utara mengutip dari Antara (30/5).

Mampu Hilirisasi Produk

Menurutnya, melalui koperasi para petani sawit dapat melakukan hilirasasi produknya dan tidak hanya menjual Tandan Buah Segar (TBS). Selain itu, petani yang sudah tergabung dalam koperasi mampu memproduksi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak makan merah (RPO).

"Kami sudah membuat kebijakan afirmasi bahwa koperasi sawit dapat membangun pabrik CPO dan minyak makan merah per 1.000 hektare," tambah Teten.

Dengan mendorong kemandirian petani sawit ini, Menteri Koperasi dan UKM beserta pemerintah berharap kesejahteraan para petani sawit akan lebih cerah di masa yang akan datang.

Memiliki Pilihan Sendiri

Tak hanya bertujuan untuk kesejahteraan petani, masyarakat juga dimudahkan dalam memilih jenis minyak yang akan digunakan untuk memasak, antara minyak goreng atau minyak makan merah.

Terkait harga di pasaran, minyak makan merah dijual dengan harga yang lebih murah dari minyak goreng biasa, yaitu sekitar Rp9 ribu rupiah karena metode produksinya terbilang sederhana.

"Harganya murah karena produksinya lebih sederhana dan konsep pabriknya sudah terintegrasi langsung dengan kebun dan juga pasarnya," ungkap Teten.

Dengan begitu, masyarakat tidak lagi dibingungkan dengan berbagai macam pilihan produk minyak goreng.

Fokus dalam Negeri

Teten mengungkapkan, minyak makan merah (RPO) saat ini hanya boleh diproduksi oleh petani sawit dan hanya diedarkan di Indonesia saja.

Namun, Teten mengaku sudah pernah dihubungi oleh negara Malaysia terkait peluang untuk ekspor minyak makan merah. Karena kandungannya kaya akan vitamin yang bisa mencegah stunting.

"Mereka mau beli karena menjadi sumber Vitamin A dan Vitamin E untuk mencegah stunting. Namun, kami saat ini lebih fokus di dalam negeri," pungkasnya.

Rekomendasi