Tangki limbah yang berada di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Hijau Prian Perdana (HPP) di Kabupaten Labuhan Batu meledak. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 4 pekerja meninggal dunia.
Dikabarkan tangki limbah di Desa Sei Sei Rakyat, Kecamatan Panai Tengah, Labuhan Batu tersebut meledak pada hari Sabtu (6/4) lalu.
Menurut Kepala Seksi Humas Polres Labuhan Batu, Iptu Arwin mengatakan, laporan meledaknya tangki limbah milik PT Hijau Prian Perdana (HPP) diperoleh Polsek Panai Tengah dari aduan masyarakat.
"Dari informasi yang didapat, empat pekerja PT Palindo dinyatakan meninggal dunia di PT PKS HPP, diduga kecelakaan kerja," ungkap Iptu Arwin melansir dari liputan6.com (8/5).
Advertisement
Sedang Melakukan Pengecatan
Berdasarkan informasi dihimpun dari Antara, keempat pekerja yang tewas itu sedang melakukan pengecatan pada bagian atap tangki limbah setinggi 11 meter.
Awal mula, sekira pukul 08.00 WIB para pekerja tersebut mulai melakukan pengecatan tangki. Namun, pada pukul 16.00 WIB tiba-tiba tangki yang sedang proses pengecatan itu meledak dan mengakibatkan 4 pekerja terlempar sejauh 10 meter. Korban mengalami luka serius di bagian kepala, dada, dan kaki.
Sesudah terjadinya ledakan, peristiwa tersebut langsung ditangani oleh pihak kepolisian.
Advertisement
Nama-Nama Korban Tewas
Adapun korban tewas, salah satu korban bernama Rizal (47) warga Marelan Pasar V, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Kemudian ada Hardiansyah (24) warga Keriahen Tani, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.
Lalu, korban berikutnya bernama Marihot Silaen (38) warga Ampera, Kecamatan Bilah Hulu, Labuhan Batu dan Alex Manik (27) warga Dusun Batu 8, Selat Besar, Bilah Hilir, Labuhan Batu.
"Seluruh korban tewas sempat dievakuasi pihak perusahaan ke Klinik Surya, tidak jauh dari lokasi kejadian," ujar Iptu Arwin.
Advertisement
Singgung Kelayakan Pembangunan
Sementara itu, Ketua KNPI Labuhanbatu, Romario Simangunsong menyinggung kelayakan pembangunan PKS milik PT HPP yang beroperasi di kawasan lahan gambut tersebut.
"Kejadiannya sangat janggal dan itu harus disikapi dengan tegas. Pertanyaan kita, apakah layak sebuah PKS dibangun di lahan gambut," katanya.
Pihak KNPI juga mendesak pemerintah bersama DPRD segera meninjau ulang perizinan pembangunan pabrik milik PT HPP tersebut. Selain itu, menuntut perusahaan untuk bertanggung jawab kepada para korban berdasarkan aturan dan rasa kemanusiaan.