Mengunjungi Situs Tete Gewo, Bukti Peradaban Zaman Megalitikum di Nias Selatan

Pulau Nias tak hanya terkenal dengan budaya Lompat Batunya saja, melainkan juga sisi lain dari pulau ini yang menyimpan bukti-bukti peristiwa di masa lampau. Salah satu tempat tersebut adalah Situs Tete Gewo.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Mengunjungi Situs Tete Gewo, Bukti Peradaban Zaman Megalitikum di Nias Selatan
Situs Megalitik Tete Gewo di Nias Selatan. ©2023 Merdeka.com

Pulau Nias tak hanya terkenal dengan budaya Lompat Batunya saja, melainkan juga sisi lain dari pulau ini yang menyimpan bukti-bukti peristiwa di masa lampau. Salah satu tempat tersebut adalah Situs Tete Gewo.

Situs Tete Gewo terletak di Desa Tete Gewo, Kecamatan Sidua Ori, Kabupaten Nias Selatan atau sekitar 100 kilometer dari Kota Gunungsitoli. Letak situs tersebut berada di atas bukit, sehingga untuk mencapai tempatnya harus melewati jalanan bebatuan yang cukup curam sejauh 500 meter.

Keberadaan bukti-bukti sejarah ini mengungkap fakta jika Kepulauan Nias khususnya Kabupaten Nias Selatan memiliki peradaban zaman megalitikum dan terdapat masyarakatnya yang bertahan hidup di kawasan tersebut.

Penasaran dengan situs Tete Gewo ini? Simak ulasannya yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Berdiri Sejak Ratusan Tahun

Melansir dari Antara, awal berdirinya situs ini akibat dari adanya selisih paham antara kakak dan adik. Lalu, salah satu dari mereka yaitu sang kakak harus dihukum mati. Kemudian adiknya yang bernama Ana'a, pindah ke Tete Gewo untuk membuat perkampungan dan menjadi raja.

Kampung Tete Gewo sengaja didirikan di atas bukit karena pada saat itu kawasan tersebut sering terjadi peperangan. Dengan letak yang strategis bisa memudahkan sang raja untuk melihat musuh dari kejauhan.

Di situs Tete Gewo, banyak dijumpai peninggalan-peninggalan masa lampau yang menjadi bukti bahwa Nias sangat berkaitan dengan kehidupan zaman megalitik. Tak hanya Situs Tete Gewo, terdapat beberapa situs yang serupa berada di Nias, salah satunya yaitu situs Hiligoe.

Saat ini, kondisi situs nampak tidak terurus. Beberapa peninggalan sejarah yang begitu berharga seakan-akan sudah rapuh termakan usia dan juga cuaca di Kabupaten Nias. Maka dari itu, perlunya perhatian dari beberapa pihak terkait demi keberlangsungan situs bersejarah ini.

Banyak Artefak

Menurut keterangan dari cagarbudaya.sumutprov.go.id, di situs Tete Gewo banyak sekali ditemukan peninggalan-peninggalan sejarah yang kental dengan zaman megalitikum.

Peninggalan itu berupa menhir, batu tunggal yang berukuran cukup besar, berbentuk tugu dengan sentuhan ornamen lingkaran pada atasnya dan terdapat ornamen pedang di bagian bawahnya. Selain itu, ada juga batu berbentuk kotak yang disinyalir sebagai sebuah ruangan. Konon batu tersebut dijadikan sebagai penjara.

Kemudian terdapat batu-batuan berbentuk bulat sempurna yang masing-masing berjajar dari pintu masuk situs hingga ujungnya. Diperkirakan bebatuan itu dulunya digunakan sebagai tempat atau alas menari. Uniknya, bentuk batu itu bisa bulat sempurna, dan bisa menghasilkan nada-nada yang berbeda seperti alat musik.

Rekomendasi