Seekor gajah yang diberi nama Dwiki telah dinyatakan mati di kawasan Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC), Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, tepat di hari kasih sayang, 14 Februari lalu.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara, Rudianto Saragih Napitu, membenarkan jika seekor gajah di ANECC telah dinyatakan mati pada tanggal 14 Februari 2023, sekitar pukul 06.20 WIB.
"Pada tanggal 18 Desember 2022 lalu, dua ekor gajah bernama Dwiki dan Dini dipindahkan dari Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) ke Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC)," ucap Rudianto mengutip dari Antara, Senin (20/2).
Rudianto menambahkan, selama proses pemindahan gajah Dwiki dan Dini selalu didampingi oleh tim medis dari pihak Vesswic. Ketika sampai di ANECC kedua gajah tersebut dilakukan perawatan intensif dengan diberikan obat-obatan dan vitamin.
Advertisement
Pada tanggal 7 sampai 8 Januari 2023, tim medis Vesswic yaitu drh. Daniel Sianipar dan drh. Munhar melakukan kunjungan ke ANECC. Saat itu, ada luka di pipi sebelah kanan Dwiki dan sudah berangsur membaik.
Namun, pada pekan kedua bukan Februari 2023, kondisi Dwiki menurun dengan ditandai kurangnya nafsu makan. Pihak medis Vesswic kembali memeriksa keadaan gajah tersebut dibantu oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik dengan mengirimkan dokter hewan ahli gajah dari Taman Safari Indonesia (TSI).
Melansir dari situs ksdae.menlhk.go.id, tim gabungan itu melakukan tindakan dengan memberikan 100 botol infus, obat-obatan dan vitamin. Sayangnya, kondisi gajah Dwiki semakin melemah dan akhirnya dinyatakan mati pada Selasa, 14 Februari 2023.
Advertisement
Kepala BBKSDA mengatakan, setelah dinyatakan mati, dilakukan nekropsi pada gajah Dwiki. Dan, hasilnya gajah tersebut mengalami infeksi pada gigi bawah sehingga tidak bisa tumbuh dengan normal.
Kondisi itu mengakibatkan gigi geraham atas yang sehat tumbuh tidak normal, penampakan gigi menjadi asimetris di bagian kiri dan kanan. Kelainan gigi ini yang membuat Dwiki sulit makan, dan makanan yang masuk kurang.
"Hal ini berdampak pada lambung, volumenya tidak bisa optimal, hal ini diperparah dengan intosusepsi lambung sehingga berdampak pada malnutrisi dan malabsorsi. Di mana tubuh kesulitan menyerap nutrisi dan makanan sehingga terjadi penurunan kesehatan dan berat badan," ungkap Rudianto.
Setelah dilakukan nekropsi, tim medis juga mengambil sampel dari bagian tubuh Dwiki yang terdiri dari hati, paru-paru, ginjal, jantung, limpa dan vesica urinaria untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mendapatkan informasi valid terkait kematian gajah ini.