Penyebab stroke pada lansia seringkali menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua. Bahkan faktor pengaruh penyebab stroke kurang begitu disadari.
Padahal,berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, penderita stroke tertinggi pada usia di atas 75 tahun, dan posisi kedua di rentang usia 65-74 tahun. Data WHO juga menyebutkan stroke adalah penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia.
Hal inilah yang menjadi perhatian, penyebab stroke pada lansia harus dikenali sejak dini. Dengan mengetahui penyebab stroke pada lansia dan gejalanya, diharapkan dapat meminimalisir faktor terjangkitnya penyakit stroke di segala kondisi.
Untuk itu, Merdeka.com mengulas penyebab stroke pada lansia, melansir Klikdokter.com, dan Liputan6.com, (Kamis, 23/09/2021).
Advertisement
Penyebab Stroke Pada Lansia
©Shutterstock.com/Lisa S.
Sebelum mengetahui penyebab stroke pada lansia, penting untuk mengetahui penyakit stroke itu sendiri. Penyakit stroke berhubungan langsung dengan kinerja saraf yang mengalami penyumbatan.
Faktor penyebab utamanya juga beragam, mulai dari jenis kelamin, genetik, hingga usia. Penelitian mengungkapkan bahwa seorang pria lebih rawan terkena stroke ketimbang perempuan.
Mengutip klikdokter.com, laki-laki punya kesempatan terkena stroke 19 persen lebih banyak dibandingkan perempuan. Pasalnya, perempuan di usia produktif masih memproduksi hormon estrogen yang mampu melindungi dinding pembuluh darah menjadi lebih baik.
Stroke terbagi menjadi dua, yaitu: Stroke iskemik, yakni aliran darah ke otak terhenti karena adanya sumbatan atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak. Stroke hemoragik, yakni pembuluh darah pecah dan menyebabkan terhambatnya aliran darah yang normal serta darah keluar ke jaringan otak.
Penyebab Stroke Pada Lansia
1. Stres
Stres dapat menjangkiti siapa saja, baik tua maupun muda. Penyebab stroke pada lansia ini kerap kali terjadi. Stres bagi sebagian orang memang sulit untuk dikontrol. Stres ini terjadi begitu saja dan sangat dipengaruhi tekanan dari lingkungan tinggalnya. Hanya saja, stres bisa menjadi salah satu penyebab stroke.
Semakin tinggi tingkat stres yang dialami seseorang maka akan semakin tinggi juga risiko penyakit jantung dan stroke. Pusat pengendalinya pada amigdala (bagian pada otak), yang bertanggung jawab untuk menanggulangi stres.
Amigdala merupakan kelompok saraf yang mengatur emosi, rasa takut, kecemasan, kesenangan, dan stres. Saat amigdala aktif menangani stres, hal ini akan memicu aktivitas ekstra pada sumsum tulang belakang. Lalu menyebabkan peradangan di arteri.
2. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi penyebab stroke pada lansia yang sering terjadi. Jika tekanan darah Anda biasanya 140/90 atau lebih tinggi, sebaiknya mulai melakukan perawatan dan konsultasi dengan dokter.
3. Merokok
Merokok selalu menjadi kebiasaan buruk untuk kesehatan. Banyak risiko kesehatan yang mengancam nyawa perokok ini. Salah satu dampak buruk rokok adalah menjadi penyebab stroke.
Memiliki kebiasaan merokok kerap mengubah kecepatan aliran darah. Kecepatan aliran darah melalui pembuluh darah ke otak akan mengalami perubahan setelah merokok.
Perubahan yang terjadi secara terus-menerus. Hingga akan mengakibatkan lapisan pembuluh darah otak memicu penyakit serebrovaskular. Penyakit ini sangat sering menjadi penyebab stroke pada lansia.
4. Vaskulitis
Vaskulitis ialah sebuah kondisi ketika seseorang mengalami peradangan pada pembuluh darah. Keadaan ini dapat menyerang pembuluh darah mana pun dalam tubuh, baik arteri, vena, maupun pembuluh kapiler. Tak heran jika vaskulitis ini termasuk penyebab stroke pada lansia yang kerap terjadi.
Pada beberapa kasus, vaskulitis juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi, misalnya terhadap obat tertentu atau toksin/ racun. Vaskulitis dapat juga disebabkan keadaan tertentu, misalkan kanker darah seperti leukemia dan limfoma.
Gejala yang berkenaan organ tertentu yang dapat muncul, misalnya:
- Kulit. Ruam atau benjolan kemerahan atau keunguan, kumpulan bintik-bintik, biduran, dan kulit terasa gatal.
- Sendi. Adanya artritis pada sendi.
- Paru-paru. Sesak nafas, batuk darah, dan sebagainya.
- Saluran pencernaan. Muncul sariawan pada mulut, nyeri perut, kurangnya aliran darah pada usus sehingga usus lemah dan pecah.
- THT. Terjadi infeksi telinga, sinusitis, gangguan pendengaran.
- Mata. Mata merah, terasa gatal, sensitif terhadap cahaya, dan terjadi gangguan penglihatan.
- Otak. Keluhan sakit kepala, kesulitan berpikir jernih, perubahan status mental, gejala serupa stroke.
- Saraf. Kondisi kesemutan, kelemahan pada tubuh, dan baal.
5. Penyakit Jantung
Penyakit jantung ini termasuk pada kelainan katup jantung yang rusak serta fibrilasi atrium, atau detak jantung tidak teratur. Penyakit jantung tercatat sebagai seperempat penyebab stroke pada lansia. Penyakit jantung juga bisa muncul akibat penyumbatan arteri, karena timbunan lemak.
6. Obat Antipsikotik
Para peneliti di National Taiwan University mengklaim bahwa risiko stroke terbesar ditemukan pada pasien yang lebih tua atau yang memiliki demensia. Kondisinya diperparah dengan penggunaan obat antipsikotik atau obat penderita gangguan mental.
Penelitian lain menyebutkan bahwa setidaknya 1.800 penderita demensia meninggal setiap tahunnya karena dipicu oleh reaksi kimia dalam obat. Inilah mengapa penggunaan obat antipsikotik menjadi penyebab stroke pada lansia yang tinggi kasusnya. Saat ini, penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat antipsikotik dapat meningkatkan risiko stroke fatal.
7. Diabetes
Penyebab penyakit stroke pada lansia selanjutnya bisa muncul dari penderita diabetes. Karena seringkali memiliki tekanan darah tinggi dan cenderung mudah kelebihan berat badan. Keduanya meningkatkan kemungkinan terkena stroke.
Diabetes bisa merusak pembuluh darah, yang menyebabkan kemungkinan terjadinya stroke. Jika Anda mengalami stroke saat kadar gula darah naik, cedera otak bisa lebih besar.
8. Tak Pernah Olahraga
Seperti diketahui bahwa olahraga dan aktif bergerak memberi manfaat baik bagi kesehatan. Anda dapat menurunkan peluang stroke dengan berolahraga setiap hari. Mengingat, kondisi lansia harus selalu bergerak aktif untuk olahraga, sehingga menurunkan resiko penyebab stroke pada lansia.
Jalan-jalan cepat selama 30 menit. Atau melakukan latihan penguatan otot seperti push-up dan angkat beban.
Advertisement
Obesitas Penyebab Stroke Pada Lansia
©Shutterstock.com/Dan Kosmayer
9. Obesitas
Obesitas atau kelebihan berat badan bisa menjadi penyebab stroke pada lansia selanjutnya. Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan cenderung memiliki kadar kolesterol jahat tinggi. Kadar kolesterol jahat inilah yang kemudian berisiko sebabkan penyakit stroke.
Secara umum, penyebab utama dari obesitas adalah ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi yang diukur menggunakan unit kalori (Kal) dan kilokalori (kKa
Di satu pihak, sebagian orang memiliki kecenderungan lebih mudah untuk mengalami peningkatan berat badan. Sebaliknya, sebagian orang lainnya merasa lebih mudah untuk mengalami penurunan berat badan tanpa upaya apa pun.
10. Konsumsi Alkohol
Risiko terkena stroke pada lansia juga meningkat jika dibarengi dengan terlalu banyak minum alkohol. Konsumsi alkohol harus dilakukan dalam jumlah sedang.
Penyebab penyakit stroke dari pengonsumsian alkohol berlebih. Berakibat meningkatnya tingkat tekanan darah serta trigliserida, yang dapat menyebabkan aterosklerosis.
11. Kurangnya Asupan Serat
Asupan serat pada tubuh manusia tak berguna untuk sehatkan sistem pencernaan saja. Ketika seseorang kekurangan serat pun bisa berisiko mengalami banyak penyakit berbahaya. Salah satunya menjadi penyebab stroke pada lansia.
Serat memiliki kemampuan mengikat lemak dari makanan yang dikonsumsi. Serat ini pada akhirnya akan dicerna secara sempurna. Sementara ketika tubuh yang kekurangan serat, kadar gula darah menjadi tidak stabil.
Kondisi ini akan sebabkan munculnya penyakit diabetes. Tak hanya itu, tubuh yang kekurangan serat juga bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Hingga pada akhirnya dapat menjadi penyebab stroke pada lansia.
Penyebab Penyakit Stroke Lainnya, dikutip dari Mayoclinic:
12. Penggunaan antikoagulan berlebih
Koagulasi intravaskuler diseminata (disseminated intravascular coagulation/ DIC) adalah kondisi gangguan aliran darah yang ditandai dengan pengentalan darah berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan sumbatan (trombus) di pembuluh darah pada berbagai organ. Hingga berisiko menjadi salah satu penyebab stroke pada lansia.
Pada saat yang bersamaan dengan pengentalan darah di suatu organ dalam tubuh, terjadi pula perdarahan di organ lainnya. Hal ini yang menyebabkan DIC sangat berat dan dapat menyebabkan kematian.
DIC selalu dipicu oleh penyakit yang berat seperti infeksi yang berat, kanker, cedera yang berat, dan sebagainya. Jika penyakit tersebut tidak terjadi, maka DIC juga tidak akan terjadi.
13. Trauma
Kasusnya seperti kecelakaan mobil atau faktor luar lainnya. Orang tua akan begitu rentan terkena stroke dan menjadikan trauma sebagai penyebab stroke pada lansia.
14. Timbunan protein
Protein yang tertimbun di dinding pembuluh darah yang menyebabkan lemahnya dinding (angiopati amiloid serebral).
Advertisement
Cara Merawat Lansia Penderita Stroke
©www.wikinut.com
Merawat Lansia Penderita Stroke
Penyebab stroke pada lansia memang ada banyak, jika dalam kasus telah terjadi, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat merawat pasien stroke di rumah:
- Selalu didampingi
Perlakukan diri Anda seperti asisten pribadinya. Bila pasien belum mampu bergerak sendiri, bantulah ia saat ingin bergerak dan berikan penyangga bila diperlukan. Pendampingan yang baik akan membuat pasien selalu merasa nyaman.
- Ajak Pasien untuk Bergerak
Latih pasien dengan menggerakkan semua sendi di tubuhnya selama dua hari sekali secara rutin.
Ini dapat mencegah kekakuan pada bagian tubuh pasien yang lemah dan merangsang sel-sel otak agar dapat menjalankan fungsinya kembali dengan baik.
- Bantu Latihan Berjalan dan Menelan
Pasien stroke sering kali mengalami gangguan menelan. Jadi, bantu ia untuk duduk tegak saat makan.
Ketika pasien hendak menelan makanannya, beri arahan untuk memutar kepala ke sisi yang lemah, menekuk leher dan kepalanya. Hal ini bertujuan agar jalan napas pasien mudah menutup saat menelan makanan.
Jika terdapat kelemahan di anggota gerak bawah, maka Anda dapat melatihnya untuk berjalan dan menjaga keseimbangannya saat berdiri.
- Ajak Bicara
Agar pasien dapat kembali berkomunikasi dengan lancar, sering-seringlah mengajaknya mengobrol. Saat bicara, hadapkan wajah Anda ke pasien agar ia bisa melihat gerak bibir dan ekspresi wajah.
Usahakan bicara dengan tenang dan perlahan, serta dengan intonasi suara yang tidak tinggi.
- Latih Kesehatan Otaknya
Bantu pasien untuk melatih otaknya dengan memberi informasi hari, waktu, dan mengingat nama orang-orang di sekitarnya.
Dengan demikian, sel-sel di dalam otak akan bekerja aktif. Cara ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasien.
- Hindari Memberikan Kasur Empuk
Tempat tidur atau kasur yang empuk dapat membuat otot-otot tubuh mengalami kelemahan kekuatan otot. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis kasur yang sebaiknya digunakan.
- Ciptakan Lingkungan yang Aman
Untuk menjaga keamanan pasien, jauhkan ia dari barang atau sesuatu yang berbahaya. Pastikan area kamar mandi menggunakan keset anti-licin agar pasien tidak mudah terpeleset.
- Menggunakan Popok Dewasa yang Tepat
Penderita stroke cenderung mengalami keterbatasan dalam bergerak, begitu juga aktivitas ke toilet. Pasca stroke, otot kandung kemih melemah, sehingga proses pelepasan urine menjadi tidak dapat dikontrol atau inkontinensia urine.
Penggunaan popok dewasa merupakan solusi tepat bagi penderita stroke. Selain mempermudah caregiver dalam perawatan, dapat memberikan kenyamanan juga bagi pengguna.
Untuk penderita dengan kondisi berbaring, disarankan menggunakan popok dewasa tipe perekat. Sedangkan, untuk penderita dengan kondisi yang masih bisa berjalan namun membutuhkan bantuan, lebih tepat menggunakan popok dewasa tipe celana dengan daya tampung maksimal.