Pemerintah Kota (Pemkot) Medan tengah menyusun rencana untuk melakukan testing dan tracing masif di seluruh kelurahan di Kota Medan. Hal ini dalam rangka untuk mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di daerah tersebut.
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, Ia akan menurunkan tim di setiap kelurahan untuk melakukan tracing terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan warga terkonfirmasi positif Covid-19 dan selanjutnya dilakukan testing.
Mengacu dari Kementerian Kesehatan, target testing yang semula hanya 4.900 per hari kini naik menjadi 23.000 per hari.
"Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkot Medan tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kerja sama dari semua pihak, termasuk unsur Forkopimda Kota Medan. Melalui rapat ini, saya mengajak Forkopimda untuk mewujudkannya," kata Bobby pada Selasa (17/8).
Melansir dari unggahan Instagram @prokopim_pemkomedan pada Selasa (17/8), berikut informasi selengkapnya.
Advertisement
Dalam melakukan tracing dan testing, Bobby mengatakan pihaknya akan menurunkan 160 orang petugas dari 41 puskesmas dan 39 puskesmas pembantu (Pustu) sebagai tenaga analisis yang akan melakukan testing berupa swab antigen maupun PCR sehingga hasilnya lebih maksimal.
Sedangkan untuk melakukan tracing, akan melibatkan petugas dari kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan serta dibantu petugas tracer dari Polrestabes Medan sebanyak 308 orang, Polres Pelabuhan Belawan sebanyak 53 orang dan Kodim 0201/BS sebanyak 151 orang.
"Untuk kelengkapan petugas tracer, seperti APD dan alat testing akan disiapkan Pemkot Medan. Sebab, kita mendapat kabar tidak sedikit petugas tracer yang bertumbangan saat menjalankan tugas," ujarnya.
Advertisement
Untuk mendukung kelancaran testing yang dilakukan guna menindaklanjuti hasil tracing, Bobby mengakui petugas analisis dari Dinas Kesehatan tidak cukup. Ia akan menambah petugas dari puskesmas dan Pustu, sekaligus fokus dalam melakukan vaksinasi. Kemudian, Bobby mengatakan pihaknya akan menjalin kerja sama dengan klinik maupun laboratorium yang selama ini melakukan pemeriksaan, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ia juga telah menginstruksikan kepada perwakilan Dinas Kesehatan agar segera melakukan kerja sama tersebut.
Advertisement
Bobby berharap, nantinya tim yang diturunkan dapat melakukan tracing minimal 8 orang dalam satu kelurahan yang sempat melakukan kontak erat dengan warga terpapar Covid-19. Setelah itu, dilakukan testing untuk memastikan apakah yang kedelapan orang tersebut reaktif atau non reaktif. Jika hasilnya reaktif, yang bersangkutan harus menjalani karantina selama 5 hari karena masa inkubasi Covid-19 lima hari. "Apabila tidak ada gejala, barulah yang bersangkutan dapat melakukan aktivitas seperti biasanya," jelasnya.Namun jika hasilnya positif, maka warga yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri, baik di rumah maupun di dua lokasi isolasi terpusat (isoter) yang dimiliki Pemkot Medan.