Stok Oksigen Dipastikan Aman, Ini Kabar Terbaru Penanganan Covid-19 di Sumut

Berdasarkan data dari situs resmi Satgas Covid-19, per 11 Agustus 2021, ke delapan wilayah zona merah tersebut, yakni Tapanuli Tengah, Deli Serdang, Dairi, Medan, Binjai, Karo, Pematangsiantar dan Asahan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Stok Oksigen Dipastikan Aman, Ini Kabar Terbaru Penanganan Covid-19 di Sumut
Stok Oksigen Dipastikan Aman, Ini Kabar Terbaru Penanganan Covid-19 di Sumut. Instagram/@bobbynst ©2021 Merdeka.com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) terus melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Setelah sebelumnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Medan diperpanjang, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan saat ini ada 8 kabupaten/kota di Sumut yang masuk kategori zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19, padahal sebelumnya hanya 4 daerah.

Berdasarkan data dari situs resmi Satgas Covid-19, per 11 Agustus 2021, ke delapan wilayah zona merah tersebut, yakni Tapanuli Tengah, Deli Serdang, Dairi, Medan, Binjai, Karo, Pematangsiantar dan Asahan.

Sementara untuk wilayah lainnya masuk ke dalam zona oranye dan zona kuning. Terkait bertambahnya wilayah yang masuk zona merah ini, melansir dari ANTARA, berikut perkembangan terbaru penanganan Covid-19 di Sumut.

Meski zona merah di Sumut bertambah dan pasien masih mengalami kenaikan, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut memastikan stok oksigen kebutuhan medis di daerah tersebut dalam kondisi aman, baik untuk keperluan rumah sakit maupun tempat isolasi terpusat.

"Ketersediaan oksigen di Sumut kondisinya masih aman. Kebutuhan rumah sakit terkait dengan oksigen juga masih baik, mulai dari keterisian tabung oksigen hingga regulator masih tersedia," kata Pelaksanaan Tugas (Plt) Kadinkes Sumut dr Aris Yudhariansyah pada Rabu (11/8).

Persediaan oksigen di Sumut ini bertambah setelah sebelumnya mendapatkan bantuan dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berupa sebanyak 100 unit oksigen konsentrator pada Selasa (10/8).

Bantuan oksigen konsentrator ini, nantinya akan didistribusikan ke 32 kabupaten/kota di Sumut untuk penanganan pasien Covid-19. Namun akan diprioritaskan untuk daerah tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di atas 75 persen.

Terkait vaksinasi, Aris mengatakan, vaksinasi Moderna atau vaksin dosis ketiga bagi para tenaga kesehatan (nakes) di Sumut terhambat. Hal ini lantaraan tidak adanya ruang pendingin untuk penyimpanan vaksin itu di sejumlah kabupaten/kota."Sebelum disuntikkan, vaksin Moderna perlu disimpan di ruang pendingin dengan suhu minus 30 derajat Celcius dan itu belum dimiliki sejumlah daerah di Sumut, sehingga kedatangan vaksinasi penguat untuk tenaga kesehatan itu sebagian masih tertunda," ujarnya pada Selasa (10/8).Untuk fasilitas kesehatan vertikal, seperti RS Adam Malik sudah mengambil vaksin tersebut karena memiliki ruang pendingin yang sesuai standar. Namun, sejumlah pemerintah kabupaten/kota saat ini sedang menyiapkan ruang pendingin untuk bisa menerima/mengambil vaksin tersebut."Yang pasti hanya sekitar enam kabupaten/kota di Sumut yang sudah mengambil vaksin itu," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan terus menambah lokasi isolasi terpusat (isoter) bagi penanganan pasien Covid-19 di wilayah tersebut. Setelah sebelumnya mengoperasikan eks Hotel Soechi dan Asrama Haji Medan sebagai lokasi isoter, kali ini Pemkot tengah menyiapkan satu tempat isoter lagi, yakni di kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).Wali Kota Medan Bobby Nasution di Medan, Selasa, (10/8) mengatakan rencana membangun tempat isolasi terpusat di kapal milik PT Pelni itu saat ini sedang berjalan."Sudah kita surati dan mudah-mudahan minggu ini kapalnya akan berangkat dari Jakarta," kata Wali Kota Medan Bobby Nasution pada Selasa (10/8).Rencananya, kapal itu akan berlabuh dalam jangka waktu cukup lama di Pelabuhan Belawan dan berkapasitas lebih kurang 400 tempat tidur.

Rekomendasi