Sapii Siagian (68), warga Payasisubut, Dusun Tanjung Sungai, Desa Batang Tura, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan semula tinggal di sebuah gubuk reyot. Rumah tak layak huni tersebut berdiri di atas sekitar setengah hektare ladangnya.
Tak sendiri,Sapii Siagian tinggal bersama anaknya Amir Hamzah (35) yang menyandang disabilitas. Mereka tinggal di gubuk yang berukuran tidak lebih dari dua kali dua meter dengan kondisi memprihatinkan.
Dilansir dari Antara, sebelumnya mereka tinggal dan tercatat warga Dusun Sigiring-giring. Namun 20 tahun belakang, keduanya pindah dan berkebun di Dusun Tanjung Sungai dengan kondisi kehidupan yang susah bahkan terkadang bergantung hidup orang lain.
Kehidupan Sapii ini beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial (Facebook). Kisahnya menarik perhatian warganet dan pemerintah setempat yang kemudian memberikan bantuan untuk membangun rumah baru untukSapii Siagian dan sang anak.
Advertisement
Pemerintah Setempat Bangun Rumah Baru
Atas dasar keprihatinan dan rasa dorongan kuat kemanusiaan masyarakat, Asosiasi Pemerintah Desa (APD) Tapanuli Selatan, BPD, Kecamatan, Bhabinkamtibmas, PMD berkoordinasi lalu bergotong royong membedah rumah tersebut.
"Alhamdulillah berkat perhatian sejumlah elemen masyarakat, APD, para Kepala Desa, Kecamatan, dan Kabupaten, Bhabinkamtibmas setempat kini Pak Sapii dapat menempati rumah barunya dengan konstruksi papan dengan ukuran 4 meter x 6 meter berlantai semen," kata Ketua APD, Hasan Basri Hutasuhut.
Advertisement
Ucapkan Terima Kasih
Melihat kini Ia memiliki tempat tinggal yang lebih layak, Sapii hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak karena rumah gubuk tempat tinggalnya sudah dibangun."Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak," ucap laki-laki yang tidak lagi bisa melihat akibat kornea matanya rusak dengan terbata-bata sebagai rasa harunya, Sabtu (22/8).
Advertisement
Apresiasi dari Bupati Tapanuli Selatan
Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M.Pasaribu melalui Ricky H Siregar juga Camat Kecamatan Angkola Timur memberikan apresiasi dan berterimakasih seluruh pihak yang terlibat sehingga 'derita' Sapii terobati."Tidak perlu saling menyalahkan, hanya saja mari kita ambil hikmah dari balik ini semua. Mari kita doakan semoga Pak Sapii dan anaknya tetap sehat. Pun demikian kiranya semua peka apabila mengetahui hal-hal seperti ini agar cepat dilaporkan mengambil solusinya," kata Ricky sesuai pesan Bupati.
Advertisement
Terdaftar sebagai Penduduk Desa Batang Tura
Atas dorongan Camat Sipirok Sardin Hasbiuan dan Kepala Desa Batang Tura, dan masyarakat, kini Sapii Siagian dan anaknya sepekan terakhir sudah terdaftar sebagai penduduk Desa Batang Tura, Sipirok.