Gunung Sinabung adalah gunung api yang terletak di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Gunung ini memiliki ketinggian 2.451 mdpl dan merupakan gunung tertinggi ke-2 di provinsi ini.
Awalnya, gunung ini bukan merupakan gunung yang aktif karena tidak pernah meletus sejak tahun 1600 hingga tahun 2010. Namun, setelah itu Gunung Sinabung menjadi gunung paling aktif karena sering terjadi erupsi.
Berikut adalah fakta-fakta menarik dari Gunung Sinabung yang patut Anda tahu.
Advertisement
Gunung Paling Aktif
Gunung Sinabung merupakan gunung teraktif di Indonesia. Hal itu dikarenakan, gunung ini kerap sekali meletus. Sejarah letusan gunung ini cukup menarik. Tercatat, letusan Gunung Sinabung terjadi pada tahun 1600.
Setelah berabad-abad, Gunung Sinabung kembali meletus pada tahun 2010. Sejak saat itulah gunung ini tidak pernah absen memuntahkan isinya setiap tahun. Letusannya dirasakan masyarakat sejak tahun 2010, lalu 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018 dan terakhir terjadi di tahun 2019.
Advertisement
Gunung Api Bertipe Strato
Gunung api dibedakan menjadi tiga tipe dari jenis letusannya, yakni gunung api strato, gunung api maar dan gunung api perisai. Gunung Sinabung adalah gunung bertipe strato yang memiliki ciri-ciri mengalami letusan berkali-kali dengan dapur magma yang dalam dan kekentalan magma tinggi.
Advertisement
Erupsi Menahun
Gunung Sinabung merupakan gunung yang erupsinya menahun, mirip dengan Gunung Unzen di Jepang.Sebelumnya, erupsi terlama diraih oleh Gunung Bromo dengan lama erupsi tujuh bulan. Namun, Gunung Sinabung mengalami erupsi selama bertahun-tahun sejak tahun 2010. Ini menyebabkan banyak masyarakat sekitar yang harus mengungsi dan meninggalkan lahan mereka karena erupsi yang berkepanjangan.
Advertisement
Meletus Pada Bagian Samping
Dilansir dari fimela, Gunung Sinabung sedikit berbeda dengan gunung api lain saat meletus. Pasalnya, jika gunung api lain meletus pada bagian tengah, Gunung Sinabung justru meletus pada bagian sampingnya dan bukan di puncak. Perbedaan ini yang membuat banyak orang takut jika Gunung Sinabung meletus karena bisa menjangkau daerah yang lebih luas dibawahnya.
Advertisement
Menimbulkan Kerusakan Paling Parah
Selain paling aktif, Gunung Sinabung ini juga menimbulkan kerusakan yang paling parah saat meletus. Ini jika dibandingkan dengan Gunung Bromo, Galunggung dan Agung.Hal ini karena saat Gunung Sinabung meletus, ketinggian kolom asap yang ditimbulkan bisa sangat tinggi, yaitu mencapai radius dua kilometer bahkan lebih dan hujan abu yang terjadi bisa mencapai radius tujuh kilometer.
Advertisement
Terbentuk dari Letusan Gunung Toba
Gunung Sinabung ini berasal dari letusan Gunung Toba yang terjadi pada 74 ribu tahun yang lalu. Letusan gunung ini juga melahirkan Gunung Sibayak, yang juga merupakan gunung aktif di Sumatera Utara.