Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ramadan di Tengah Pandemi, Tradisi Bubur Sop di Masjid Raya Medan Ditiadakan

Ramadan di Tengah Pandemi, Tradisi Bubur Sop di Masjid Raya Medan Ditiadakan Ramadhan Ditengah Pandemi, Tradisi Bubur Sop di Masjid Raya Medan Ditiadakan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Masjid Raya Al Mashun, Medan, terkenal dengan tradisinya membagikan bubur sop atau bubur pedas untuk menu berbuka puasa. Tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu, dan menjadi tradisi turun-menurun yang masih dipertahankan. Namun, Ramadan yang dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 membuat tradisi ini berubah.

Tahun ini tidak ada lagi keramaian warga yang menunggu pembagian bubur di Masjid Raya Al Mashun. Hal ini karena tradisi pembagian bubur sop selama Ramadan di Masjid Raya Al Mashun, Medan, ditiadakan sementara. Kebijakan ini diambil pengurus masjid bersejarah itu untuk mencegah penyebaran COVID-19.

1000 Porsi Dibagikan Setiap Harinya

Biasanya, Masjid Raya Al Mashun membagikan sekitar 1.000 porsi untuk warga setiap selepas Asar hingga menjelang berbuka puasa selama bulan Ramadan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa kejayaan Kesultanan Melayu Deli.

"Bubur sudah nggak ada lagi. Memang sudah disiapkan kayu dan bahan bahannya. Cuma kondisi saat ini kita kan maklum, kita semua mengikuti petunjuk dari pemerintah, supaya ditiadakan," kata Imam Masjid Raya Al Mashun Zaini Hafiz.

Sudah Ada Sejak 1960

Bubur sop ini dibagikan secara gratis di Masjid Raya Al Mashun sejak tahun 1960-an. Sebelumnya, sejak Ramadan tahun 1909 Masehi, menu yang dibagikan adalah bubur pedas, makanan khas bangsawan Melayu. Saat itu merupakan masa kejayaan Kesultanan Deli di bawah Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alam Syah.

Diganti dengan Bubur Sop

Namun, belakangan ini bahan-bahan bubur pedas dinilai rumit karena sangat kaya rempah dan proses pembuatannya sulit, sehingga panitia akhirnya hanya membagikan bubur sop. Makanan ini berbahan dasar beras ditambah daging dan sayuran, berupa kentang, wortel, serta bumbu sup, seperti merica dan daun seledri.

Pertama Kali Ditiadakan

Ramadan tahun ini untuk pertama kalinya pembagian bubur ditiadakan. Bukan hanya memengaruhi tradisi, pandemi COVID-19 juga memengaruhi ibadah di Masjid Raya Al Mashun. Kegiatan tadarus dan pengajian pun juga ditiadakan.

Tarawih Tetap Diadakan

Meski begitu, salat tarawih berjemaah tetap digelar di masjid ini. Namun hanya untuk warga sekitar masjid. Biasanya masjid ini banyak didatangi pengunjung dari berbagai penjuru."Kita sebelum sebelumnya sudah sempat membagikan sajadah kecil kepada masyarakat sekitar. Kita ingatkan jangan sampai tertinggal. Kalau selesai salat jangan ditinggal, supaya jangan tertukar sama yang lain," ungkapnya.Sebelum masuk masjid, jemaah yang hadir harus melewati bilik disinfektan. Semuanya harus mencuci tangan.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP