Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pernikahan Bungsu Ketemu Bungsu, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Pernikahan Bungsu Ketemu Bungsu, Ini Kelebihan dan Kekurangannya ilustrasi menikah. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/jajaladdawan

Merdeka.com - Cinta dan jodoh adalah dua hal yang masih misterius. Keduanya selalu berhasil membuat setiap orang terkagum-kagum dengan apa yang mereka tentukan. Terkadang kita tak pernah menyangka bisa jatuh cinta atau menikah dengan seseorang yang tak pernah kita duga sebelumnya.

Cinta memang bisa membuat semuanya menjadi mungkin. Timbulnya rasa ini bisa mempersatukan hati siapa pun yang mereka inginkan. Termasuk bisa membuat anak terakhir menikah dengan anak terakhir.

Mungkin terdengar wajar ketika anak terakhir menikah dengan anak terakhir. Namun bagi sebagian orang, ada kekhawatiran ketika anak terakhir menikah dengan anak terakhir. Mereka merasa akan muncul tantangan yang muncul ketika ingin mencapai keharmonisan rumah tangga.

Ini mungkin tidak lepas dari stigma yang berkembang di masyarakat terkait anak terakhir, atau anak bungsu. Manja, malas, dan tidak mau mengalah adalah sifat yang kerap kali diidentikkan dengan anak terakhir. Meski, tentu saja, tidak semua anak bungsu memiliki sifat seperti itu.

Dalam artikel kali ini, kami akan mengulas lebih lanjut tentang bagaimana jika anak bungsu menikah dengan anak bungsu. Berikut selengkapnya:

Kekhawatiran Pernikahan Sesama Anak Bungsu

Menurut Kevin Leman dalam buku berjudul "The New Birth Order Book: Why You are the Way You are" seperti yang dilansir dari businessinsider.com, anak bungsu cenderung suka melempar tanggung jawab.

Ketika anak terakhir menikah dengan anak terakhir, besar kemungkinan mereka akan saling menyalahkan atas segala sesuatu. Hubungan pun akan diwarnai berbagai konflik bila pasangan anak bungsu tidak bisa mengontrol perilaku tersebut dengan baik.

Masalah keuangan pun juga menjadi sorotan ketika anak terakhir menikah dengan anak terakhir. Hal-hal yang berkaitan dengan uang bisa memicu konflik yang cukup berat dalam hubungan mereka.

Oleh karena itu, penting untuk membagi peran dan membuat pilihan-pilihan tegas yang telah disepakati bersama. Hal ini untuk mencegah pasangan anak terakhir menikah dengan anak terakhir ini saling menyalahkan atau melempar tanggung jawab.

Lalu, bagaimana solusi terbaik dalam hubungan yang tercipta ketika anak terakhir menikah dengan anak terakhir agar bisa berjalan lancar?

Dalam hal ini, Leman menyarankan agar keduanya bisa menjadi pendengar yang baik bagi satu sama lain. Jangan sampai saling memanipulasi satu sama lain. Hindari sikap defensif, dan berusahalah untuk saling menerima satu sama lain.

Memiliki dan menjaga selera humor juga diperlukan untuk membuat hubungan tetap terasa nyaman. Jika sudah berjodoh dan merasa cocok satu sama lain, sebuah hubungan selalu memiliki solusi yang bisa diusahakan oleh keduanya demi mendapatkan rumah tangga yang harmonis.

Jangan menyalahkan kondisi dan situasi, karena konflik dalam sebuah hubungan akan selalu ada. Tinggal bagaimana cara Anda dan pasangan Anda untuk lebih dewasa menyikapi dan mencari solusi, serta mematahkan kekhawatiran orang terkait pernikahan sesama anak bungsu.

Keuntungan Pernikahan Bungsu Ketemu Bungsu

034 destriyana

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Karen Grigoryan

Meski menikahkan anak bungsu dengan anak bungsu sering menimbulkan kekhawatiran dalam menjalani hubungannya, namun tetap ada beberapa keuntungan dari bersatunya anak bungsu ini dalam satu rumah.

Pasangan humoris

Anak bungsu identik dengan jiwa humorisnya yang tinggi dan lucu. Dikutip dari kerjausaha, mereka bisa menghidupkan suasana di tengah-tengah lingkungan keluarga atau pun pertemanan. Terlebih jika pasangannya juga anak bungsu, maka hubungan mereka akan menjadi seru dan ramai. Akan selalu ada cara untuk saling menghibur satu sama lain.

Senantiasa rileks dan tenang, sehingga santai dalam menjalani hubungan

Watak anak bungsu yang santai bisa memberikan kelebihan dalam menjalin kehidupan cinta. Jika sekiranya permasalahan dapat dikompromikan dengan teliti, mereka lebih suka begitu saja.

Sifat yang rileks dan tenang juga membuat hubungan pasangan ini mengalir tanpa beban dan paksaan. Mereka akan berpikir bahwa cinta mesti dinikmati, dan tidak boleh dipaksakan.

Suka bermain dan menghiasi hubungan dengan penuh kegembiraan

Pasangan sesama anak bungsu memiliki hubungan dinamik dan tidak membosankan. Mereka tidak seperti beberapa pasangan yang terkadang kaku dan tidak fleksibel. Sifat suka bermain dan kreatif membuat pasangan anak bungsu ini melengkapi dan meremajakan hubungan. Hubungan yang dijalani pun tidak akan membosankan.

Sama-sama anak bungsu bisa saling memanjakan dan dimanjakan

Salah satu sifat yang identik dengan anak bungsu adalah manjanya. Ketika anak terakhir menikah dengan anak terakhir, mereka bisa saling memanjakan dan juga dimanjakan di saat yang bersamaan. Apalagi sebagai anak bungsu, tentu akan paham bagaimana sifat yang dimiliki pasangan yang juga anak bungsu.

Saling menyukai petualangan

Jiwa muda yang ada dalam darah anak bungsu membuat mereka selalu mencoba petualangan. Pasangan sesama anak bungsu akan bersemangat untuk menjelajah tempat dan mencoba banyak hal baru.

Pasangan ini akan kompak dalam mencari pengalaman tanpa perlu ada rasa dirugikan, berkorban, atau keterpaksaan. Oleh karena itu, sesama anak bungsu juga dapat saling mengerti dan memahami apa yang mereka dambakan.

Kekurangan dan Kelebihan Pernikahan Anak Bungsu dengan Anak Bungsu

Dalam budaya kita, ada banyak mitos dan kepercayaan yang berkaitan dengan pernikahan. Salah satu mitos yang sering dibicarakan adalah mengenai anak bungsu yang menikah dengan anak bungsu. Berikut beberapa mitos anak bungsu menikah dengan anak bungsu:

1. Keberuntungan ganda

Salah satu keyakinan yang sering dikaitkan dengan pernikahan antara anak bungsu adalah keberuntungan ganda yang akan dihadapi pasangan ini. Dalam beberapa budaya, anak bungsu dianggap sebagai pembawa keberuntungan, dan ketika mereka menikah satu sama lain, diyakini bahwa keberuntungan mereka akan menjadi dua kali lipat. Meskipun tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung mitos ini, banyak orang masih percaya dan mengharapkan hasil yang positif dalam pernikahan anak bungsu-anak bungsu.

2. Hubungan yang harmonis

Berdasarkan pengalaman dan cerita orang-orang, sering kali terlihat bahwa pasangan anak bungsu-anak bungsu memiliki hubungan yang harmonis. Mereka dipercaya memiliki pemahaman yang lebih baik satu sama lain, karena mereka memiliki pengalaman yang serupa sebagai anak bungsu dalam keluarga mereka. Mereka cenderung memiliki kesamaan dalam pola pikir, aspirasi, dan bagaimana mereka melihat dunia. Hal ini dapat membantu dalam membangun komunikasi yang baik dan mengurangi konflik dalam hubungan pernikahan.

3. Tantangan dalam pengambilan keputusan

Meskipun ada pandangan positif mengenai pernikahan anak bungsu-anak bungsu, tidak bisa diabaikan pula tantangan yang mungkin dihadapi dalam pengambilan keputusan. Diketahui bahwa anak bungsu sering kali dianggap sebagai pribadi yang ceria, impulsif, dan kurang tertib. Ketika dua pribadi seperti ini menikah, mungkin ada kesulitan dalam mengatur keuangan, mengatur waktu, atau membuat keputusan penting bersama-sama. Oleh karena itu, penting bagi pasangan tersebut untuk belajar kompromi dan bekerja sama mengatasi tantangan yang mungkin muncul.

4. Pelengkap dalam keluarga

Pernikahan anak bungsu-anak bungsu juga dianggap dapat menjadi pelengkap dalam keluarga. Mereka bisa membantu satu sama lain dalam mengatasi isu-isu keluarga, tanggung jawab sebagai anak dan juga menjadi orang tua di masa depan. Kecocokan dan pemahaman yang mendalam antara mereka dapat menciptakan lingkungan keluarga yang hangat dan menyenangkan.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP