Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Gempa Sering Terjadi di Indonesia, Ini Alasan Ilmiahnya

Penyebab Gempa Sering Terjadi di Indonesia, Ini Alasan Ilmiahnya Ilustrasi gempa. ANTARA

Merdeka.com - Gempa bumi menjadi bencana alami yang terhindarkan dan tak bisa dicegah. Meski demikian, seringnya peristiwa gempa bumi di suatu daerah bisa menjadi pengetahuan untuk melakukan mitigasi bencana.

Berdasarkan catatan dari Badan Geologi sejak tahun 2000 hingga 2021 telah terjadi sebanyak 5 hingga 26 kejadian gempa bumi merusak (destructive earthquake) di Indonesia, artinya kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan terjadinya korban jiwa, kerusakan bangunan, kerusakan lingkungan dan kerugian harta benda menurut laman Badan Geologi - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Lantas apa sebenarnya penyebab gempa sering terjadi di Indonesia? Berikut merdeka.com mengurainya di bawah ini:

Penyebab Gempa Sering Terjadi di Indonesia

Bukan karena kebetulan, penyebab gempa sering terjadi di Indonesia dikarenakan Indonesia terletak di antara tiga lempengan tektonik, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Hindia-Australia.

Pertemuan antar lempeng tersebut mengakibatkan terbentuknya cekungan muka, cekungan belakang, jalur magmatik, pola struktur geologi dan sumber gempa bumi yaitu: zona subduksi, zona kolisi, dan sesar aktif.

Kondisi tersebut disebut dengan The Pasific Ring of Fire (Cincin Api Pasifik). Berdasarkan catatan para ahli, sebanyak 81% gempa bumi besar terjadi di lintasan Cincin Api Pasifik ini.

Wilayah yang rawan mengalami gempa bumi di Indonesia tersebar mulai dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Maluku Utara dan wilayah Papua.

Gempa bumi bersifat merusak dan bisa terjadi kapan saja dan dalam waktu singkat maupun beberapa menit. Di Indonesia, kita bisa mengikuti informasi terkait gempa bumi di laman BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Mitigasi Bencana Saat Terjadi Gempa Bumi

Menurut Pusat Pendidikan Mitigasi Bencana UPI, mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya guna mengurangi risiko bencana dengan cara penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana maupun melalui pembangunan fisik.

Hal ini akan mengurangi dampak bencana, yang berupa korban jiwa ataupun harta. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya melakukan edukasi ke masyarakat Indonesia agar lebih siap menghadapi bencana gempa. Mereka merangkumnya dalam Buku Saku Menghadapi Bencana yang diterbitkan tahun 2018 silam.

Langkah prabencana atau sebelum terjadi bencana gempa bumi yang bisa dilakukan:

  1. Menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi terjadi. Rencana ini amat perlu terutama di daerah dengan riwayat gempa bumi yang cukup sering terjadi.
  2. Dalam menghadapi gempa bumi, seseorang perlu mempelajari latihan penyelamatan saat gempa bumi terjadi. Hal ini akan meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Latihan tersebut di antaranya seperti merunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan ataupun dengan bersembunyi di bawah meja.
  3. Saat terjadi gempa bumi banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Memiliki beberapa alat penyelamatan sangat dianjurkan yaitu alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan.
  4. Perlunya membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat. Selain itu, Anda bisa merenovasi bagian bangunan yang sudah rentan.
  5. Memperhatikan daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar penggunaan lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Langkah saat terjadi gempa bumi yang bisa dilakukan:

Karena gempa bumi bisa terjadi kapan saja, bahkan saat Anda berada di mana saja. Berikut merupakan hal yang bisa Anda lakukan saat berada di dalam bangunan, seperti rumah, sekolah ataupun bangunan bertingkat:

  1. Guncangan gempa bumi akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu tersebut, upayakan keselamatan diri Anda dengan cara berlindung di bawah meja untuk menghindari dari benda-benda yang mungkin berjatuhan dan jauhi jendela kaca. Lindungi kepala dengan bantal atau pun helm, dan bisa pula berdiri di bawah pintu. Bila sudah terasa aman, segera lari keluar rumah.
  2. Apabila Anda sedang memasak, segera matikan kompor serta cabut dan matikan semua peralatan yang dialiri listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran.
  3. Bila keluar rumah, perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng, atau material lain. Tetap lindungi kepala dan segera menuju ke lapangan terbuka, jauhi tiang, pohon, atau sumber listrik atau gedung yang mungkin roboh dan menimpa anda.
  4. Jangan menggunakan lift apabila sudah terasa guncangan. Gunakan tangga darurat untuk evakuasi keluar bangunan. Apabila sudah di dalam elevator, tekan semua tombol atau gunakan interphone untuk panggilan kepada pengelola bangunan.
  5. Kenali bagian bangunan yang memiliki struktur kuat, seperti pada sudut bangunan.
  6. Apabila Anda berada di dalam bangunan yang memiliki petugas keamanan, ikuti instruksi evakuasi.

Apabila saat terjadi gempa bumi Anda sedang berada di dalam mobil, inilah langkah yang perlu Anda lakukan:

  1. Saat terjadi gempa bumi besar, kemungkinan besar Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil Anda.
  2. Jauhi persimpangan, dan segera pinggirkan mobil Anda di kiri bahu jalan dan berhentilah.
  3. Ikuti instruksi dari petugas berwenang dengan memerhatikan lingkungan sekitar atau melalui alat komunikasi lainnya seperti radio atau gawai.

Apabila mendengar peringatan dini tsunami usai gempa bumi, segera lakukan evakuasi menuju ke tempat tinggi, seperti bukit dan bangunan tinggi.

Langkah pasca bencana atau setelah terjadi bencana gempa bumi yang bisa dilakukan:

  1. Ketika berada di dalam bangunan, segera evakuasi diri Anda setelah gempa bumi berhenti. Saat keluar, perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang membahayakan dan bisa jatuh menimpa Anda pada saat evakuasi.
  2. Apabila Anda berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang Anda rasa kuat.
  3. Periksalah di sekitar Anda keberadaan api dan listrik yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
  4. Berdirilah di tempat terbuka serta jauhi gedung atau bangunan lain dan instalasi listrik serta air. Apabila di luar bangunan berupa tebing di sekelilingnya, hindari daerah yang rawan longsor.
  5. Jika Anda berada di dalam mobil, berhentilah tetapi tetap berada di dalam mobil. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan atau rambu-rambu lalu lintas, tiang listrik, pohon dan sebagainya.
(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP