Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PDP Corona di Medan Meninggal Dunia, Ini 4 Fakta Terbarunya

PDP Corona di Medan Meninggal Dunia, Ini 4 Fakta Terbarunya Jumlah ODP di Sumut Turun Drastis, Ini Faktanya. liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus corona COVID-19 di Kota Medan, Sumatera Utara kembali meninggal dunia. PDP tersebut dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Madani, Jalan AR Hakim, Medan Area.

Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara (Jubir) Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah. PDP tersebut meninggal dunia saat tengah dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

"Kemarin satu PDP yang meninggal yakni M ditambah satu lagi yang pagi ini meninggal," kata Jubir Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah seperti yang dilansir dari ANTARA.

Sehingga sampai Hari Senin, total kasus COVID-19 meninggal di Kota Medan berjumlah 4 orang. 4 orang tersebut 2 diantaranya meninggal berstatus pasien positif COVID-19 yakni berinisial AG dan UM, dan 2 lainnya berstatus PDP yakni M dan SA.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 4 fakta terbaru PDP Corona yang meninggal di Medan.

Pasien Datang dalam Kondisi Sesak

Aris menyebutkan, PDP meninggal berinisial SA. Saat itu SA tiba di Rumah Sakit Madani Medan dalam kondisi sesak.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, ditetapkanlah jadi PDP dan persiapan untuk pengiriman ke ruang isolasi. Namun kondisinya terus menurun. Diobservasi, akhirnya meninggal dunia disitu (RS Madani Medan)," ujarnya.

Meninggal Pada Senin (30/3) Pagi

SA meninggal pada Senin pagi di Rumah Sakit Madani Medan. PDP tersebut meninggal dunia saat tengah dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).Setelah dilakukan pemeriksaan, SA ditetapkan sebagai PDP COVID-19 dan akan dikirim ke ruang isolasi. Namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia di RS Madani Medan.

Belum Dipastikan Positif Corona

Namun begitu Aris menjelaskan, PDP itu belum dapat dipastikan apakah terjangkit COVID-19. SA belum sempat diobservasi lebih lanjut karena kondisinya terus menurun saat dirawat di UGD."Belum dipastikan positif," ujarnya.

Memiliki Riwayat Perjalanan ke Kota Padang dan Tanjung Balai

Saat diselidiki, sebelum ditetapkan sebagai PDP dan meninggal dunia, SA ternyata memiliki riwayat perjalanan ke Kota Padang Sumatera Barat dan Kota Tanjung Balai."Informasinya, dia baru dari Padang dan singgah di Tanjung Balai. Itu yang baru kita dapat," kata Aris. Untuk menindaklanjuti hal ini, saat ini pihak Dinas Kesehatan Sumut sedang melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan PDP tersebut.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP