Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Niat Shalat Safar Beserta Tata Caranya, Amalan Sunnah Sebelum Perjalanan

Niat Shalat Safar Beserta Tata Caranya, Amalan Sunnah Sebelum Perjalanan ilustrasi sholat. prayerinislam.com

Merdeka.com - Niat shalat safar sebaiknya diketahui umat muslim. Menurut Imam al-Jurjani, safar adalah seseorang yang keluar dengan maksud mengadakan perjalanan selama tiga hari atau lebih.

Ibnu Manzhur dalam kamus Lisan Al-Arab menjelaskan bahwa safar itu berarti lawan dari kata hadhar (hadir), maka bisa disimpulkan bahwa lawan dari kata hadir adalah tidak hadir, tidak hadir maksudnya adalah tidak ada di suatu tempat, dan besar kemungkinan karena dia pergi ke tempat yang lain, setelah dia pergi pada waktunya dia akan kembali, setelah dia kembali dari perginya barulah dia hadir mengutip dari buku Shalat Musafir (2018).

Baca juga: Amalan, Arti Dan Sejarah Rebo Wekasan Dalam Islam

Sedangkan shalat safar adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika akan bepergian ataupun sepulang dari bepergian. Cara melakukan shalat ini sama dengan shalat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya.

Bedanya, hanya pada niatnya saja. Shalat Safar bisa dilakukan dua rakaat atau empat rakaat. Tujuan utama shalat safar adalah supaya mendapat keridoan, keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT.

Berikut merdeka.com merangkum selengkapnya tentang niat shalat safar beserta tata caranya:

Niat Shalat Safar

Berikut niat shalat Safar 2 rakaat:

Ushalli sunnatas safari rak'ataini Lillahi Ta'ala (Aku niat shalat sunah Safar dua rakaat karena Allah Taala).

Berikut niat shalat Safar 4 rakaat:

Ushalli sunnatas safari arbaa raka'atin Lillahi Ta'ala (Aku niat shalat sunah Safar empat rakaat karena Allah Taala).

Tata Cara Shalat Safar

Setelah mengetahui bacaan niat shalat safar, berikut tata caranya.

1. Niat shalat safar

Membaca niat shalat safar seperti yang sudah dituliskan sebelumnya sesuai rakaat yang dilakukan.

2. Kemudian, rakaat pertama membaca Surat Al Fatihah dan disunahkan membaca Surat Al Kafirun. Di rakaat kedua, surat Al Fatihah dibaca lagi lalu dilanjutkan dengan Surat Al Ikhlas.

3. Melanjutkan shalat seperti tata cara shalat pada umumnya.

Doa Safar

Setelah shalat, dianjurkan membaca ayat kursi dan Surat Quraisy. Setelah itu membaca doa Safar.

Allahumma inna nas-aluka hazal birri wat taqwa wa minal 'amali ma tardha. Allahumma hawwin 'alaina safarona haza wathwi 'anna bu'dahu. Allahumma antas shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli. Allahumma inni a'uzubika min wa'zais safari wa kabatil mandzar wa su-il munqolabi fil mali wal ahli.

Artinya,

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga."

Shalat Safar: Jamak dan Qashar

Selain itu shalat safar juga berarti shalat dalam perjalanan yang aman.

Shalat Jamak

Shalat Jamak adalah mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu. Contohnya, shalat Zuhur dilaksanakan pada waktu Ashar. Hal ini bisa dilakukan saat traveler terdesak sehingga tak bisa melakukan shalat Zuhur. Ia kemudian dapat melakukan shalat Zuhur pada waktu Ashar. Caranya, setelah masuk waktu Ashar lakukanlah shalat Zuhur dulu lalu dilanjutkan dengan shalat Ashar.

Adapun shalat-shalat yang bisa dijamak yakni shalat Zuhur dijamak dengan Ashar, dan shalat Maghrib dijamak dengan Isya. Sementara shalat Subuh tidak bisa dijamak dengan apapun.

Shalat Jamak terbagi menjadi dua jenis. Pertama, Jamak Taqdim yaitu mengumpulkan 2 waktu shalat pada waktu shalat yang pertama. Misalnya, menjamak shalat Zuhur dan Ashar di waktu shalat Zuhur. Shalatnya masing-masing 4 rakaat.

Berikut niat Jamak Taqdim: " Saya berniat shalat Zuhur empat rakaat di-Jamak dengan Ashar dengan Jamak Taqdim menghadap kiblat Fardu karena Allah Ta'ala"

Kedua, Jamak Takhir yaitu mengumpulkan 2 waktu shalat pada waktu shalat yang terakhir. Misalnya, menjamak shalat Maghrib dengan shalat Isya di waktu shalat Isya.

Berikut niat Jamak Takhir: "Saya berniat shalat Maghrib di-Jamak dengan Isya dengan Jamak Takhir menghadap kiblat Fardu karena Allah Ta'ala"

 Shalat Qashar

Shalat Qashar yaitu menjadikan shalat yang berjumlah 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Seperti shalat Zuhur, Ashar dan Isya. Sedangkan shalat Maghrib dan Subuh tidak bisa di-Qashar.

Nah, shalat Jamak dan Qashar boleh dilakukan sekaligus. Misalnya, mengumpulkan shalat Zuhur dengan shalat Ashar pada waktu Ashar (di-Jamak dan di-Qashar masing-masing menjadi 2 rakaat). Jadi saat masuk waktu Ashar, kita lakukan shalat Zuhur 2 rakaat kemudian shalat Ashar 2 rakaat.

Sebelum melakukan shalat-shalat tersebut, ada beberapa syarat pula yang harus Sahabat Dream ketahui. Ada beberapa syarat yang menentukan boleh tidaknya seseorang melakukan shalat Jamak dan Qashar, yaitu:

1. Musafir perjalanan melebihi 81 KM 2. Tidak niat bermukim melebihi 4 hari. 3. Tidak berimamkan imam yang sempurna rakaatnya. 4. Masih dalam musafir ketika mengerjakan shalat. 5. Perjalanan tidak bertujuan melakukan maksiat.6. Mengetahui destinasi yang dituju.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP