Modal Nekat dan Youtube, Pria Ini Sukses Budidaya Anggur Meski Sempat Dicibir Warga
Merdeka.com - Seorang pria bernama Muhtasim (40), warga Gang Selancar, Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur, punya kisah inspiratif. Ia sukses membudidayakan anggur yang ditekuni dari modal nekat dan belajar dari Youtube.
Muhtasin mengaku, awalnya Ia mendapatkan cibiran dari warga sekitar yang meragukannya saat ingin memulai budidaya anggur. Lantaran Kota Bontang diyakini tidak cocok dengan tumbuh kembang pohon anggur. Salah satu kota yang dekat dengan garis khatulistiwa ini lebih dikenal sebagai kota industri.
Namun, berkat tekad kuat yang diiringi dengan usaha keras, Muhtasin berhasil mewujudkan kebun anggur yang diimpikannya. Melansir dari Liputan6.com, berikut cerita inspiratif Muhtasin dalam mengembangkan budidaya anggurnya.
Belajar dari Youtube

liputan6.com ©2021 Merdeka.com
Pria satu anak ini mengaku memulai belajar cara membudidayakan anggur dari aplikasi video Youtube dan juga di Facebook. Sejak tahun 2018, dirinya fokus pada tanaman anggur.
“Dulu pernah kerja, tapi karena kondisi kesehatan saya berhenti, akhirnya saya budidaya ikan, sayuran dan terakhir tanaman anggur ini. Karena halaman rumah saya tidak luas, saya pinjam tanah tetangga yang kebetulan masih kosong 15 kali 20 meter,” kisahnya.
Modal Nekat Pesan Bibit Anggur

liputan6.com ©2021 Merdeka.com
Setelah belajar dari Youtube, Muhtasim kemudian nekat memesan bibit anggur dari Pulau Jawa jenis Jupiter, Ninel dan Red Prince. Namun pada perkembangannya, jenis Jupiter yang paling cepat berbuah. Kemudian Ninel, untuk jenis Red Prince tidak begitu cocok di Bontang.“Setelah berbuah, akhirnya saya mencoba memesan beberapa jenis anggur lainnya dari Jawa. Saya seleksi yang mana yang bisa dikembangkan di Bontang,” ungkapnya.Dari total 60 jenis anggur, Ia menemukan hanya ada 6 jenis anggur yang paling cocok untuk daerah tempat tinggalnya.
Anggur Berbuah Setelah 6 Bulan Penanaman
Muhtasim mengatakan, pohon anggurnya miliknya dapat berbuah kapan saja setelah melewati masa 6 bulan penanaman dan pemeliharaan.“Yang kami sambung ini 90 persen berbuah semua, cuma karena kondisinya di polybag kecil maka ada yang buahnya rontok dan ada pula yang bertahan. Semoga jika ada media yang lebih besar maka bisa cepat merambat dan berbuah seperti yang diharapkan,” katanya.
Dapat Bantuan Tanah dari Pemerintah
Muhtasim juga mendapatkan bantuan berupa lahan seluas 3 ribu meter persegi yang diberikan pemerintah setempat, dengan perpanjangan izin pakai setiap dua tahun sekali.Ia mengaku senang mendapatkan lahan yang dapat dimanfaatkan, tanpa harus membeli. “Saya diberikan ijin memakai lahan 3 ribu meter untuk pengembangan anggur ini, setiap 2 tahun sekali perpanjangan izin pinjam lahan sejak Agustus 2020 lalu,” ungkapnya.
Jual Bibit Anggur
Selain ditanam sendiri, Muhtasim juga menjual bibit anggur yang telah dinyatakan cocok untuk iklim di Bontang. Harga termurahnya Rp150 ribu, tergantung jenisnya.“Harga bibit kecil ada yang sampai sejutaan tergantung jenisnya, tapi semua bibit ini adalah anggur yang manis dan telah kita ujicoba disini. Ada bibit yang kami datangkan dari luar negeri, ini yang agak mahal,” terangnya.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya