Mengenal Tradisi Dayang, Kepercayaan Supranatural Desa di Serdang Bedagai

Selasa, 7 Februari 2023 17:40 Reporter : Adrian Juliano
Mengenal Tradisi Dayang, Kepercayaan Supranatural Desa di Serdang Bedagai Tradisi Dayang. mediacenter.serdangbedagaikab.go.id ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia mempunyai begitu banyak tradisi dan budaya di setiap sudut daerahnya. Tak sedikit penduduk sebuah suku yang berimigrasi ke luar tanah kelahirannya untuk mencari mata pencaharian dan bahkan menetap di tempat tersebut.

Seperti di Desa Mangga Dua, terletak di daerah Kecamatan Tanjung beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Di tempat ini, mayoritas penduduknya adalah suku Jawa dan sebagian besar dari mereka bermata pencaharian sebagai petani.

Di desa ini muncul sebuah tradisi bernama Dayang. Sebuah kepercayaan terhadap sifat supranatural yang terkait dengan roh-roh halus. Dayang tak jauh beda dengan Demit (dalam bahasa Jawa yang berarti halus), diyakini memiliki pengaruh besar dan kekuatan bagi masyarakat setempat. Penasaran dengan Tradisi Dayang di Desa Mangga Dua ini?

2 dari 4 halaman

Asal Usul Dayang

Seperti halnya di masyarakat Jawa, Dayang diyakini menetap di suatu tempat berupa punden. Sama seperti Demit, Dayang  tidak mengganggu manusia atau bahkan kontak langsung, melainkan melindungi.

Melansir dari mediacenter.serdangbedagaikab.go.id, beberapa Dayang di Desa ini dianggap roh-roh dari tokoh sejarah yang sudah meninggal, pendiri desa, hingga orang pertama kali yang membuka tanah di tempat itu.

Setiap desa biasanya punya Dayang utama. Contohnya seperti Dayang Desa yang selama mereka hidup, datang ke desa itu masih berupa hutan lebat, lalu membersihkannya dan membagi tanah kepada pengikutnya.

Setelah meninggal, Dayang Desa biasa dimakamkan tak jauh dari pusat desa dan makamnya menjadi punden. Diyakini Dayang tersebut masih hadir mengamati kesejahteraan desanya.

3 dari 4 halaman

Memilih Calon Kepala Desa

Kekuatan supranatural Dayang semakin terlihat ketika masa-masa pemilihan Kepala Desa. Biasanya masyarakat sudah melihat gerak-gerik dari mahluk halus politik bernama Pulung.

Pulung dipercaya sebagai barang spiritual yang bisa menentukan siapa calon terpilih menjadi Kepala Desa. Kepemilikan Pulung ini tidak sembarang orang, hanya para Kepala Desa dan Raja.

Calon Lurah kadang melakukan selametan di makam Dayang untuk menarik barang spiritual itu. Pulung itu hanya ada satu di setiap desa dan akan tinggal bersama Lurah hingga meninggal dunia.

4 dari 4 halaman

Meminta Bantuan Saat Hajatan

Di Desa Mangga Dua yang mayoritas suku Jawa, masih percaya dengan hadirnya Dayang. Dalam praktiknya, Dayang dilibatkan dalam acara hajatan yang dilaksanakan masyarakat. Biasanya Dayang dimintai bantuan agar acara bisa berjalan lancar.

Masyarakat akan meminta bantuan Dayang melalui sesepuh desa atau anggota masyarakat yang disebut dengan dukun manten untuk menyampaikan pesan berupa permintaan tolong agar acara hajatan bisa berjalan lancar.

Masyarakat akan melakukan permintaan kepada Dayang pada satu hari sebelum acara berlangsung dengan memberikan sesajen di tempat hunian Dayang. Isi sesajen meliputi bahan-bahan dapur seperti cabai, bawang merah, bawang putih, rokok, bunga, dan makanan untuk hajatan serta uang.

[adj]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini