Makna Kesederhanaan Tembikar Tradisional Sungai Janiah Sumatra Barat

Keunikan dari tembikar tradisional Sungai Janiah ada pada pembentukan tembikar yang dibuat sembari dipangku di atas pelukan pengrajin yang duduk berselonjor.

Merdeka Jogja
Oleh Merdeka Jogja - Reporter
Makna Kesederhanaan Tembikar Tradisional Sungai Janiah Sumatra Barat
Makna Kesederhanaan Tembikar Tradisional Sungai Janiah Sumatra Barat (Merdeka.com)

Proses pembentukan tembikar  dengan dipangku di atas pelukan pengrajin yang duduk berselonjor.

Sungai Janiah menjadi salah satu daerah di Sumatra Barat yang terkenal sebagai penghasil kerajinan tembikar tradisional. Lokasi desa Sungai Janiah terletak di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat.

Keunikan yang juga menjadi ciri khas dari tembikar tradisional Sungai Janiah terletak pada proses pembentukan tembikar yang dibuat sembari dipangku di atas pelukan pengrajin yang duduk berselonjor. 

Mengutip dari jurnal Pergeseran Makna, Fungsi, dan Bentuk Tembikar Tradisional Sungai Janiah di Tanah Agam Sumatra Barat yang ditulis oleh Nuning Y Damayanti dan Mesra, berikut informasi selengkapnya.

Fungsi tembikar yang awalnya hanya untuk kebutuhan pribadi berkembang sebagai peralatan yang diperlukan saat pacara ritual, seperti :

- Tempat membakar kemenyan pada upacara syukuran

- Pada upacara penyemaian benih (padi), perbaikan irigasi, panen bersama

- Ziarah kubur, dan ziarah ke tempat-tempat yang dianggap keramat

- Ketika bulan suci Ramadan tiba, tembikar secara khusus digunakan untuk memasak air kembang

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bentuk tembikar yang dihasilkan pengrajin Sungai Janiah berupa pariuak. Bentuk pariuak memiliki nama yang disesuaikan dengan bentuk dan fungsinya masing-masing.

(Foto : Jurnal Pergeseran Makna, Fungsi, dan Bentuk Tembikar Tradisional Sungai Janiah di Tanah Agam Sumatra Barat)

- Pariuak Balango, digunakan sebagai tempat memasak gulai

- Pariuak Nasi, digunakan untuk memasak nasi

- Pariuak Katan, digunakan untuk memasakn peganan pulut atau ketan

- Pariuak Apam, digunakan untuk memasak serabi

- Pariuak Minggu, digunakan sebagai wadah penyimpanan beras

- Pariuak Galuak, digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang simpanan yang biasanya ditanamkan dalam tanah, juga digunakan sebagai wadah air untuk keperuan sehari-hari.

- Pariuak Kumayan, digunakan sebagai wadah pembakaran kemenyan. 

Makna yang terkandung dalam kerajinan tradisional Sungai Janiah tergambar dalam bentuk-bentuk perilaku pengrajin yang dapat dijadikan pedoman hidup bagi masyarakat.

Makna yang secara gamblang tergambarkan adalah kesederhanaan di mana bentuk tembikar adalah bulat, tidak banyak variasi, dan tidak memiliki ragam hias sehingga mudah digunakan atau dibersihkan. 

Rekomendasi